Dengan kata lain, IBM juga memanfaatkan AI untuk memperkuat posisi di bisnis modernisasi sistem, bukan sekadar mempertahankan pendekatan tradisional berbasis konsultasi manual.
Mengapa Pasar Tetap Bereaksi Negatif?
Persepsi Disrupsi Lebih Cepat
Meskipun IBM memiliki solusi AI sendiri, pasar tampaknya menilai ancaman dari pihak eksternal lebih disruptif. AI yang dikembangkan oleh perusahaan independen seperti Anthropic dipersepsikan dapat mengubah struktur biaya dan waktu proyek secara drastis.
Jika modernisasi sistem bisa dilakukan lebih cepat dan murah oleh AI generatif, maka struktur pendapatan berbasis proyek besar dan jangka panjang berpotensi berubah.
Risiko terhadap Valuasi
Penurunan hampir 27 persen sejak awal Februari 2026 mencerminkan kekhawatiran investor terhadap valuasi jangka panjang IBM. Investor biasanya sensitif terhadap ancaman disrupsi teknologi, terutama ketika menyangkut segmen bisnis yang menyumbang pertumbuhan signifikan.
Reaksi pasar pada 23 Februari 2026 menunjukkan bahwa investor sedang menilai ulang risiko dan potensi dampak kompetisi AI terhadap pendapatan IBM.
Dampak terhadap Industri dan Sektor Legacy
Kasus ini juga menyoroti dinamika baru dalam industri teknologi, di mana AI generatif mulai menyentuh area yang sebelumnya sangat bergantung pada tenaga ahli manusia.
Modernisasi sistem legacy seperti COBOL selama ini menjadi ceruk bisnis bernilai tinggi. Jika AI mampu mengambil alih sebagian besar pekerjaan teknis tersebut, struktur industri konsultasi dan infrastruktur dapat mengalami perubahan besar.
Namun, perlu dicatat bahwa transformasi sistem inti perusahaan besar bukan sekadar persoalan teknis, melainkan juga menyangkut regulasi, keamanan data, dan risiko operasional.
Kesimpulan
Saham IBM anjlok terparah 34 tahun terakhir gara-gara AI Anthropic menjadi peringatan bahwa inovasi kecerdasan buatan kini menyasar sektor sistem legacy yang selama ini dianggap stabil. Peluncuran Claude Code oleh Anthropic memicu kekhawatiran investor bahwa modernisasi COBOL dapat dilakukan lebih cepat dan murah, sehingga berpotensi mengganggu model bisnis IBM di layanan konsultasi dan mainframe IBM Z.
Meski IBM telah mengembangkan solusi AI sendiri melalui Watsonx, pasar tetap merespons negatif terhadap potensi disrupsi dari pihak eksternal. Ke depan, efektivitas dan adopsi nyata Claude Code akan menjadi faktor kunci dalam menentukan apakah kekhawatiran ini terbukti atau hanya reaksi jangka pendek.






