Teknologi

Trump Blokir Anthropic, AI Claude Tetap Digunakan AS dalam Operasi Serangan ke Iran

31
×

Trump Blokir Anthropic, AI Claude Tetap Digunakan AS dalam Operasi Serangan ke Iran

Sebarkan artikel ini
Trump blokir Anthropic sebagai ancaman keamanan nasional pada 27 Februari 2026, namun hanya beberapa jam setelah keputusan tersebut diumumkan, militer Amerika Serikat dilaporkan tetap menggunakan teknologi AI Claude
Trump blokir Anthropic sebagai ancaman keamanan nasional pada 27 Februari 2026, namun hanya beberapa jam setelah keputusan tersebut diumumkan, militer Amerika Serikat dilaporkan tetap menggunakan teknologi AI Claude

Trump Blokir Anthropic, AI Claude Tetap Digunakan AS dalam Operasi Serangan ke Iran

XJABAR.COM – Trump blokir Anthropic sebagai ancaman keamanan nasional pada 27 Februari 2026, namun hanya beberapa jam setelah keputusan tersebut diumumkan, militer Amerika Serikat dilaporkan tetap menggunakan teknologi AI Claude milik perusahaan itu dalam operasi terhadap Iran. Situasi ini memicu perdebatan luas tentang kebijakan keamanan nasional, integrasi kecerdasan buatan dalam sistem pertahanan, serta hubungan kompleks antara pemerintah dan perusahaan teknologi.

Keputusan Presiden Amerika Serikat tersebut menciptakan paradoks kebijakan: di satu sisi pemerintah secara resmi melarang penggunaan teknologi Anthropic di seluruh lembaga federal, tetapi di sisi lain sistem AI perusahaan itu masih aktif dan dimanfaatkan dalam operasi militer strategis.

Trump Resmi Blokir Anthropic sebagai Ancaman Keamanan Nasional

Keputusan 27 Februari 2026 dan Label Risiko Rantai Pasokan

Pada 27 Februari 2026, pemerintahan Presiden Donald Trump melalui Departemen Pertahanan menetapkan Anthropic sebagai “risiko rantai pasokan keamanan nasional”. Label ini tergolong ekstrem, karena biasanya diberikan kepada perusahaan asing yang dianggap berpotensi mengancam kepentingan strategis Amerika Serikat.

Langkah tersebut langsung diikuti dengan perintah penghentian penggunaan teknologi Anthropic di seluruh lembaga federal. Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump memerintahkan agar seluruh institusi pemerintah menghentikan pemakaian sistem AI dari perusahaan tersebut.

Keputusan ini menandai eskalasi konflik antara Pentagon dan Anthropic yang sebelumnya telah berlangsung terkait batas penggunaan kecerdasan buatan dalam operasi militer.

Konflik Soal Pembatasan AI dan Guardrails Claude

Sumber konflik berakar pada dua pembatasan utama yang diterapkan Anthropic pada model AI mereka, Claude. Perusahaan menolak mencabut larangan penggunaan AI untuk pengawasan massal terhadap warga Amerika Serikat serta larangan pengembangan senjata otonom mematikan tanpa kendali manusia.

Pentagon menginginkan fleksibilitas penuh dalam penggunaan AI untuk semua tujuan hukum yang berkaitan dengan pertahanan negara. Namun CEO Anthropic, Dario Amodei, menegaskan bahwa perusahaan tidak akan menghapus guardrails tersebut, meskipun berada di bawah tekanan politik yang signifikan.

Anthropic berdiri pada prinsip keselamatan AI (AI safety), dengan pendekatan bahwa kecerdasan buatan harus memiliki batasan etis dan operasional yang ketat, terutama dalam konteks militer dan pengawasan sipil.

Ironi di Medan Tempur: AI Claude Tetap Dipakai dalam Operasi ke Iran

Penggunaan oleh CENTCOM untuk Analisis dan Simulasi

Ironi muncul hanya beberapa jam setelah pemblokiran diumumkan. Laporan media internasional menyebutkan bahwa Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) tetap menggunakan model AI Claude dalam operasi terhadap Iran.

Claude dilaporkan dimanfaatkan untuk analisis intelijen, identifikasi target, serta simulasi berbagai skenario pertempuran sebelum serangan diluncurkan. Peran ini menunjukkan bahwa AI telah terintegrasi secara mendalam dalam sistem pertahanan modern Amerika Serikat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *