Diet Tinggi Protein Berlebihan Bisa Ganggu Pencernaan
XJABAR.COM – Diet tinggi protein berlebihan kini menjadi perhatian para ahli gizi setelah tren konsumsi makanan berprotein tinggi semakin meluas di berbagai negara. Produk makanan yang diperkaya protein semakin banyak dijual di supermarket dan dipromosikan sebagai pilihan yang dianggap lebih sehat atau membantu membentuk tubuh ideal. Namun para pakar kesehatan memperingatkan bahwa konsumsi protein secara berlebihan justru dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama pada sistem pencernaan.
Peringatan tersebut disampaikan oleh ahli gizi Lyndi Cohen, yang menilai bahwa tren konsumsi protein saat ini telah melampaui kebutuhan nutrisi tubuh manusia. Dalam laporan yang dikutip dari media News.com.au pada 12 Maret 2026, Cohen menjelaskan bahwa pola makan yang terlalu fokus pada protein dapat menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi serta mengganggu kesehatan usus.
Fenomena ini muncul seiring meningkatnya popularitas diet tinggi protein yang sering dipromosikan dalam berbagai program kebugaran, gaya hidup sehat, maupun produk makanan olahan. Banyak konsumen kini memilih produk berlabel “high protein” tanpa mempertimbangkan apakah tubuh mereka benar-benar membutuhkan tambahan protein tersebut.
Padahal, menurut para ahli, kebutuhan protein harian manusia sebenarnya relatif moderat dan umumnya sudah terpenuhi melalui pola makan yang seimbang.
Tren Produk Makanan Tinggi Protein Semakin Meluas
Produk Supermarket Berlabel High Protein
Dalam beberapa tahun terakhir, produk makanan dengan label tinggi protein semakin mudah ditemukan di berbagai supermarket. Banyak produsen makanan menambahkan kandungan protein ke dalam produk yang sebelumnya tidak dikenal sebagai sumber protein utama.
Contoh produk yang kini sering dipasarkan dengan tambahan protein antara lain:
- yoghurt
- puding
- sereal
- pizza
- keripik
- minuman ringan berbasis susu
Label “high protein” sering digunakan sebagai strategi pemasaran untuk menarik konsumen yang peduli pada kesehatan, kebugaran, atau pembentukan massa otot.
Namun para ahli gizi menilai bahwa tren ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat mengenai kebutuhan nutrisi sebenarnya.
Protein Memang Nutrisi Penting
Cohen menegaskan bahwa protein tetap merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh manusia. Protein memiliki peran utama dalam berbagai fungsi biologis, termasuk menjaga serta memperbaiki jaringan tubuh.
Protein juga berperan dalam:
- pembentukan massa otot
- produksi enzim dan hormon
- perbaikan sel tubuh
- menjaga sistem kekebalan tubuh
“Kita tahu protein adalah nutrisi yang sangat penting untuk menjaga otot,” kata Cohen dalam laporan tersebut.
Namun menurutnya, pentingnya protein tidak berarti bahwa nutrisi tersebut harus dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.
Konsumsi Protein Berlebihan Dinilai Mulai Ekstrem
Protein Ditambahkan ke Hampir Semua Produk
Menurut Cohen, tren konsumsi protein saat ini telah mencapai tingkat yang dianggap ekstrem.
Ia menjelaskan bahwa produsen makanan kini menambahkan protein ke hampir semua jenis makanan, bahkan pada produk yang sebelumnya tidak berkaitan dengan kebutuhan protein.
“Tren protein sudah sampai pada tingkat yang ekstrem, di mana protein ditambahkan ke hampir semua jenis makanan,” ujarnya.
Fenomena ini menyebabkan banyak orang mengonsumsi protein dalam jumlah yang jauh lebih tinggi dari kebutuhan tubuh mereka tanpa menyadarinya.
Padahal tubuh manusia memiliki batas kemampuan dalam memanfaatkan nutrisi tersebut secara optimal.
Risiko Kekurangan Nutrisi Penting Lainnya
Fokus Berlebihan pada Protein
Salah satu dampak utama dari diet tinggi protein adalah risiko kekurangan nutrisi lain yang juga penting bagi kesehatan tubuh.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






