Berita

Akses Berobat Warga Jabar Kini Makin Mudah, Pemprov Gandeng 65 Rumah Sakit Rujukan

15
×

Akses Berobat Warga Jabar Kini Makin Mudah, Pemprov Gandeng 65 Rumah Sakit Rujukan

Sebarkan artikel ini
akses kesehatan
Akses berobat warga Jabar jadi semakin mudah setelah Pemprov Jabar menggandeng 65 rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta. (foto humas jabar)

Depok, XJABAR.COM – Kabar baik untuk warga Jawa Barat. Pemprov Jabar resmi memperluas jangkauan layanan kesehatan dengan menggandeng 65 rumah sakit, mulai dari RSUD, rumah sakit pusat, hingga fasilitas kesehatan swasta.

Lewat langkah strategis ini, warga Jabar kini bisa berobat dengan lebih cepat dan gampang tanpa terhalang domisili maupun kendala administratif dan pembiayaan BPJS Kesehatan.

“Urusan birokrasi dan biaya tidak boleh lagi menjadi penghambat warga untuk mendapatkan penanganan medis,” ucap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat acara penandatanganan kerja sama di Kantor Wali Kota Depok pada Rabu 7 Oktober 2026.

Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan komitmennya bahwa negara wajib hadir langsung saat masyarakat membutuhkan bantuan layanan kesehatan.

Jaringan kerja sama ini mencakup sejumlah fasilitas kesehatan unggulan, seperti tiga RS pusat (RSPAD Gatot Soebroto, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, dan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo) serta delapan RS rujukan spesialis, di antaranya RS Jantung Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, hingga RS Mata Cicendo. Kolaborasi ini juga makin solid berkat dukungan pihak swasta seperti Santosa Hospital Bandung dan RS Khusus Ginjal Ny. R.A. Habibie.

Untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan sigap, Gubernur Dedi menginstruksikan seluruh pemerintah kabupaten/kota membangun sistem pemantauan dini.

“Manfaat media dan aduan warga akan dimaksimalkan agar setiap laporan kendala kesehatan bisa langsung ditindaklanjuti secara cepat tanpa perlu menunggu pengaduan naik ke tingkat gubernur,” ucap Dedi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gen Z
Berita

Tren terbaru menunjukkan pergeseran peran yang signifikan: anak muda mulai aktif menjadi penjual produk dan layanan digital di berbagai platform, menghasilkan pendapatan melalui skema komisi, afiliasi, dan kemitraan berbasis performa.