Meski demikian, terdapat sejumlah faktor penghambat, di antaranya vertical wind shear yang tergolong tinggi, konvergensi lapisan bawah yang belum optimal, serta intrusi udara kering dari barat daya pada lapisan 700–500 hPa.
BMKG memprediksi dalam 24 jam ke depan intensitas Bibit 90S akan meningkat secara perlahan dan bergerak ke arah timur. Dalam periode 36–48 jam ke depan, sistem ini diprakirakan berpotensi menguat menjadi siklon tropis kategori 1 pada 4 Maret 2026.
Namun dalam 72 jam ke depan, intensitasnya diperkirakan kembali melemah menjadi tropical low akibat pengaruh sistem lain di sekitarnya.
“Potensi Bibit 90S menjadi siklon tropis dalam 24–48 jam ke depan berada pada kategori sedang hingga tinggi. Sedangkan dalam 72 jam ke depan, peluangnya masuk kategori rendah,” pungkasnya. (*)






