Kepala DP3AKB Jabar, Siska Gerfianti, menjelaskan bahwa reaksi stres yang dialami penyintas merupakan respons normal pascabencana, bukan gangguan psikologis berat.
“Pendampingan ini bertujuan memulihkan rasa aman dan kepercayaan diri warga agar mampu bangkit dan menjalani aktivitas secara perlahan,” ujar Siska, Kamis 29 Januari 2026.






