Teknologi

Iklan AI Bergaya Distopia Tampilkan Elon Musk dan Jeff Bezos Menua, Promosikan Manusia Sebagai Sumber Energi AI

72
×

Iklan AI Bergaya Distopia Tampilkan Elon Musk dan Jeff Bezos Menua, Promosikan Manusia Sebagai Sumber Energi AI

Sebarkan artikel ini
Iklan AI creepy Elon Musk dan Jeff Bezos viral di media sosial setelah sebuah video promosi yang menampilkan versi tua dari para miliarder teknologi tersebut
Iklan AI creepy Elon Musk dan Jeff Bezos viral di media sosial setelah sebuah video promosi yang menampilkan versi tua dari para miliarder teknologi tersebut

Iklan AI Distopia Viral: Elon Musk dan Jeff Bezos Digambarkan Menua dan Mempekerjakan Manusia untuk Menghidupi AI

XJABAR.COM – Iklan AI creepy Elon Musk dan Jeff Bezos viral di media sosial setelah sebuah video promosi yang menampilkan versi tua dari para miliarder teknologi tersebut memperlihatkan konsep distopia tentang masa depan pekerjaan manusia. Video itu menggambarkan manusia yang kehilangan pekerjaan akibat kecerdasan buatan (AI) kemudian dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk menggerakkan mesin AI dengan cara mengayuh sepeda statis.

Video tersebut sebenarnya bukan iklan resmi dari para tokoh teknologi tersebut. Konten tersebut dibuat sebagai materi promosi oleh perusahaan AI bernama AiCandy. Meski demikian, konsep yang ditampilkan dalam video tersebut memicu diskusi luas di internet mengenai masa depan tenaga kerja manusia di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang semakin pesat.

Dalam video yang berlatar tahun 2036 itu, sosok AI dari Elon Musk, Jeff Bezos, dan Sam Altman digambarkan telah menua. Mereka memperkenalkan sebuah perusahaan fiktif bernama Energym yang menawarkan pekerjaan baru bagi manusia: menghasilkan energi untuk AI dengan mengayuh sepeda.

Konsep tersebut memicu reaksi beragam dari publik di media sosial, mulai dari kritik, sindiran, hingga komentar yang menyamakan ide tersebut dengan cerita distopia dalam serial fiksi ilmiah.

Video Iklan AI yang Menyindir Kebutuhan Energi Besar Teknologi Masa Depan

Video promosi yang dibuat AiCandy pada dasarnya merupakan satire terhadap meningkatnya kebutuhan energi untuk mengoperasikan teknologi kecerdasan buatan. Seiring berkembangnya model AI yang semakin besar dan kompleks, kebutuhan listrik untuk menjalankan pusat data dan sistem komputasi juga meningkat secara signifikan.

Dalam narasi video tersebut, versi AI dari Elon Musk menjelaskan bahwa pada tahun 2030 sekitar 80 persen manusia diprediksi akan kehilangan pekerjaan mereka karena digantikan oleh teknologi otomatisasi dan kecerdasan buatan.

Sementara itu, versi AI dari Jeff Bezos menambahkan bahwa meskipun manusia kehilangan pekerjaan dan penghasilan, mereka masih memiliki satu hal yang melimpah: waktu luang.

Kombinasi dua kondisi tersebut kemudian menjadi dasar ide yang ditawarkan dalam iklan fiktif tersebut.

Gagasan “pekerjaan baru” bagi manusia

Dalam video itu, Elon Musk versi AI mengajukan sebuah pertanyaan provokatif: bagaimana jika energi manusia digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin yang telah menggantikan pekerjaan mereka?

Dari gagasan tersebut muncul konsep Energym, sebuah perusahaan fiktif yang memberikan pekerjaan kepada manusia untuk mengayuh sepeda statis. Energi dari aktivitas tersebut kemudian diklaim dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik sistem AI.

Konsep ini secara visual digambarkan dengan ruangan penuh manusia yang mengayuh sepeda seperti dalam pusat kebugaran, namun dengan tujuan menghasilkan energi untuk mesin.

Meskipun terdengar absurd, pesan yang ingin disampaikan dalam iklan tersebut sebenarnya menyoroti kekhawatiran nyata terkait dampak teknologi terhadap masa depan pekerjaan manusia.

Latar Tahun 2036 dan Gambaran Masa Depan Distopia

Video tersebut mengambil latar waktu pada tahun 2036, sebuah masa depan hipotetis di mana teknologi kecerdasan buatan telah menggantikan sebagian besar pekerjaan manusia.

Dalam narasi video, manusia digambarkan tidak lagi memiliki peran ekonomi yang signifikan karena pekerjaan mereka telah diambil alih oleh mesin. Akibatnya, banyak orang kehilangan sumber penghasilan dan tujuan hidup.

Namun, alih-alih menggambarkan solusi teknologi yang positif, iklan tersebut justru menampilkan skenario satir di mana manusia “dipekerjakan kembali” hanya sebagai sumber energi biologis untuk sistem AI.

Konsep ini mengingatkan banyak orang pada cerita fiksi ilmiah yang menggambarkan hubungan tidak seimbang antara manusia dan mesin.

Perbandingan dengan cerita fiksi distopia

Beberapa warganet langsung membandingkan konsep tersebut dengan serial antologi dystopian populer Black Mirror yang sering mengangkat tema teknologi dan dampaknya terhadap kehidupan manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *