Program tersebut diperkuat dengan kehadiran Buruan Sae, yang mendorong praktik pertanian perkotaan (urban farming) di tengah keterbatasan lahan. Konsep ini mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah, lahan kosong, hingga ruang terbuka sebagai area tanam produktif.
Sampah organik yang telah dipilah melalui Kang Pisman kemudian diolah menggunakan teknologi pengomposan (composting) untuk menghasilkan pupuk alami. Siklus ini menciptakan sistem berkelanjutan, di mana limbah rumah tangga kembali ke tanah sebagai nutrisi bagi tanaman.
Selanjutnya, hasil panen dari Buruan Sae dioptimalkan melalui program Dapur Dahsyat. Program ini berperan dalam mengolah produk pertanian warga menjadi bahan pangan siap konsumsi maupun produk olahan bernilai tambah.
Dengan demikian, rantai pengelolaan lingkungan tidak berhenti pada aspek kebersihan dan ketahanan pangan saja, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.






