Ketika Aturan Negara Disusun oleh AI, Tanda Perubahan Besar di Era Pemerintahan Digital
XJABAR.COM – Aturan negara dibuat pakai AI kini bukan lagi sekadar wacana futuristis, melainkan mulai memasuki tahap implementasi nyata. Dunia pemerintahan global perlahan bergerak menuju era baru, di mana kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak hanya dimanfaatkan untuk analisis data dan layanan publik, tetapi juga untuk menyusun kebijakan dan regulasi negara.
Perkembangan ini terungkap melalui laporan investigatif yang menyebut bahwa pemerintah Amerika Serikat tengah bersiap menggunakan teknologi AI dalam proses penyusunan peraturan resmi, khususnya di sektor transportasi. Jika rencana ini terealisasi, maka akan menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah tata kelola pemerintahan modern.
Langkah tersebut sekaligus menandai perubahan paradigma besar: dari proses birokrasi tradisional yang panjang dan kompleks, menuju sistem yang mengandalkan kecepatan dan efisiensi teknologi canggih. Namun, di balik janji efisiensi, muncul pula pertanyaan serius terkait akurasi, etika, dan keselamatan publik.
Pemerintah AS Bersiap Gunakan AI untuk Menyusun Regulasi
Laporan ProPublica Ungkap Rencana Besar
Rencana penggunaan AI dalam penyusunan aturan negara terungkap melalui laporan ProPublica, yang mengutip catatan internal Departemen Transportasi Amerika Serikat (Department of Transportation/DoT) serta wawancara dengan enam staf lembaga tersebut. Dalam laporan itu disebutkan bahwa AI akan dimanfaatkan secara langsung untuk membantu menulis dan merancang regulasi transportasi federal.
Sejumlah dokumen internal menunjukkan bahwa pihak DoT telah menggelar presentasi mengenai potensi AI untuk merevolusi cara penyusunan aturan. Tujuan utamanya adalah mempercepat proses kerja yang selama ini dikenal lambat dan penuh tahapan birokrasi.
“Demonstrasi itu menampilkan alat AI terbaru yang menarik dan relevan bagi para penulis peraturan DoT, untuk membantu kami melakukan pekerjaan dengan lebih baik dan lebih cepat,” ujar Daniel Cohen, pengacara di lembaga tersebut, seperti dikutip dalam laporan.
Diskusi Berlanjut hingga Level Pimpinan
Tidak hanya berhenti pada tahap uji coba, pembahasan penggunaan AI ini disebut telah naik ke level pimpinan. Catatan rapat internal mengungkap bahwa diskusi mengenai implementasi AI dalam penyusunan aturan terus berlanjut hingga pekan terakhir.
Bahkan, Gregory Zerzan, penasihat umum Departemen Transportasi AS, secara terbuka menyampaikan bahwa Presiden Donald Trump disebut sangat antusias dengan inisiatif tersebut. Dukungan dari tingkat tertinggi pemerintahan ini semakin memperkuat sinyal bahwa AI akan segera memainkan peran signifikan dalam proses legislasi dan regulasi federal.
Departemen Transportasi Jadi Pelopor Penggunaan AI
Klaim Akan Menjadi Lembaga Pertama
Gregory Zerzan menyatakan bahwa Departemen Transportasi akan menjadi lembaga federal pertama yang secara aktif mengimplementasikan AI untuk menyusun peraturan negara. Pernyataan ini menegaskan ambisi DoT untuk menjadi pelopor transformasi digital di lingkungan pemerintahan AS.
Menariknya, Zerzan mengungkapkan bahwa fokus utamanya bukan pada kesempurnaan kualitas aturan, melainkan pada kuantitas dan kecepatan. Menurutnya, AI memungkinkan proses dari ide awal hingga draf lengkap aturan dapat dilakukan dalam waktu yang sangat singkat.
Target Penyusunan Aturan dalam Hitungan Hari
Dalam salah satu pertemuan internal, Zerzan menyampaikan pandangan yang cukup kontroversial. Ia menyebut bahwa sebuah aturan dapat bergerak dari konsep awal hingga menjadi draf lengkap yang siap ditinjau oleh Office of Information and Regulatory Affairs (OIRA) dalam waktu 30 hari.






