Bahkan, untuk tahap awal, ia menilai bahwa AI seperti Gemini mampu menghasilkan draf aturan hanya dalam waktu kurang dari 20 menit.
“Seharusnya tidak perlu lebih dari 20 menit untuk menghasilkan draf aturan dari Gemini,” ujarnya dalam pertemuan tersebut.
Pernyataan ini menggambarkan betapa besar harapan yang disematkan pada AI untuk memangkas waktu kerja yang selama ini bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.
Alasan Dukungan terhadap Penggunaan AI
Efisiensi dan Kecepatan Jadi Daya Tarik Utama
Rencana aturan negara dibuat pakai AI mendapatkan dukungan dari sebagian kalangan internal pemerintahan. Alasan utamanya adalah efisiensi waktu dan sumber daya. Selama ini, proses penulisan dan revisi regulasi federal dikenal sangat kompleks, melibatkan banyak pihak, serta membutuhkan kajian hukum dan teknis yang mendalam.
Tidak jarang, satu aturan membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum akhirnya disahkan dan diterapkan. Dengan bantuan AI, proses tersebut diharapkan dapat dipercepat tanpa harus mengorbankan struktur dasar regulasi.
Beban Kerja Aparatur Negara
Pendukung penggunaan AI juga menilai bahwa teknologi ini dapat membantu mengurangi beban kerja aparatur negara. AI diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti sepenuhnya, yang dapat menyusun kerangka awal aturan sehingga manusia dapat fokus pada proses evaluasi dan pengawasan.
Dalam konteks ini, AI dianggap sebagai asisten digital yang mempercepat pekerjaan administratif dan teknis.
Kekhawatiran atas Risiko dan Keselamatan Publik
Regulasi Transportasi Menyangkut Nyawa Manusia
Meski menjanjikan efisiensi, rencana penggunaan AI dalam penyusunan aturan federal juga menuai kekhawatiran serius. Sejumlah staf dan pengamat menilai bahwa regulasi di Departemen Transportasi menyangkut aspek yang sangat krusial, terutama keselamatan publik.
Aturan transportasi mencakup berbagai hal vital, mulai dari standar keselamatan penerbangan agar pesawat tetap aman di udara, hingga regulasi kereta api yang membawa bahan kimia beracun agar tidak tergelincir dan menimbulkan bencana.
Dalam konteks ini, kesalahan kecil dalam perumusan aturan dapat berdampak besar terhadap keselamatan manusia dan lingkungan.
Keraguan terhadap Akurasi AI
Kekhawatiran lainnya berkaitan dengan keandalan teknologi AI itu sendiri. Meski terus berkembang pesat, AI masih dikenal memiliki kecenderungan melakukan kesalahan, bias data, dan menghasilkan informasi yang tidak sepenuhnya akurat.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





