Teknologi

SMIC Raup US$9,3 Miliar, Industri Chip China Rekor

17
×

SMIC Raup US$9,3 Miliar, Industri Chip China Rekor

Sebarkan artikel ini
Industri semikonduktor China membukukan rekor pendapatan tertinggi sepanjang sejarah pada 2025
Industri semikonduktor China membukukan rekor pendapatan tertinggi sepanjang sejarah pada 2025

Sanksi AS Bumerang: Industri Chip China Cetak Rekor Pendapatan di Era AI

XJABAR.COM — Industri semikonduktor China membukukan rekor pendapatan tertinggi sepanjang sejarah pada 2025, didorong oleh ledakan permintaan kecerdasan buatan, kelangkaan chip memori global, dan paradoks terbesar dalam perang teknologi AS-China: pembatasan ekspor Washington justru menjadi akselerator pertumbuhan industri yang ingin dilumpuhkannya.

Analis dan pelaku industri memproyeksikan momentum ini berlanjut sepanjang 2026, seiring raksasa teknologi China yang berlomba membangun infrastruktur AI domestik mereka.

Efek Bumerang Kebijakan Washington

Paul Triolo, mitra di Albright Stonebridge Group, menyampaikan penilaian yang langsung menghantam asumsi dasar kebijakan pembatasan ekspor AS.

“Pembatasan ekspor AS dalam beberapa tahun terakhir telah menambah ‘bahan bakar roket’ pada permintaan chip, memperkuat pertumbuhan dari bidang lain seperti kendaraan listrik dan pusat data AI,” kata Triolo, dikutip dari CNBC International dan Bloomberg pada Minggu (5/4/2026).

Logikanya sederhana namun konsekuensinya masif: dengan memutus akses China terhadap chip dan teknologi fabrikasi mutakhir dari luar, Washington secara tidak langsung menciptakan urgensi politik dan ekonomi bagi Beijing untuk membangun rantai pasokan semikonduktor mandiri dalam waktu sesingkat mungkin. Kemandirian itu kini mulai menghasilkan angka.

SMIC: Rekor US$9,3 Miliar, Proyeksi Tembus US$11 Miliar

Semiconductor Manufacturing International Co. (SMIC), fabrikator chip terbesar di China, melaporkan pendapatan 2025 melonjak 16% secara tahunan menjadi US$9,3 miliar — setara sekitar Rp158,1 triliun — sebuah rekor baru dalam sejarah perusahaan.

Angka itu belum puncaknya. Berdasarkan estimasi analis LSEG, pendapatan SMIC diprediksi mampu menembus US$11 miliar (sekitar Rp187 triliun) pada 2026. Proyeksi ini mencerminkan keyakinan pasar bahwa permintaan domestik China terhadap kapasitas fabrikasi chip akan terus tumbuh, terlepas dari keterbatasan akses terhadap peralatan litografi paling canggih milik ASML asal Belanda.

Hua Hong dan Moore Threads Ikut Cetak Rekor

Kinerja gemilang tidak hanya milik SMIC. Hua Hong, produsen chip China lainnya, mencatatkan pendapatan kuartal keempat sebesar US$659,9 juta — rekor baru bagi perusahaan ini. Hua Hong memproyeksikan penjualan ke depan akan stabil di kisaran US$650 juta hingga US$660 juta per kuartal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *