Yang paling mencolok adalah kinerja Moore Threads, perusahaan fabless GPU China yang berambisi menyaingi Nvidia. Perusahaan ini memberikan panduan bahwa pendapatan 2025 akan berada di rentang 1,45 miliar yuan hingga 1,52 miliar yuan (sekitar Rp3,5 triliun hingga Rp3,6 triliun) — mencerminkan lonjakan 231% hingga 247% secara tahunan. Angka itu sulit diabaikan.
Dua Segmen, Satu Tren: Mature Node dan Chip AI
Triolo merinci bagaimana pertumbuhan chip China terjadi secara bersamaan di dua segmen yang berbeda karakternya.
“Pertumbuhan kendaraan listrik dan infrastruktur terkait telah memberikan dukungan bagi semikonduktor node matang yang kurang canggih, sementara permintaan untuk chip yang lebih canggih melonjak drastis karena AI,” ujar Triolo.
Segmen mature node — chip dengan proses fabrikasi yang lebih tua namun masih sangat relevan untuk kendaraan listrik, elektronik konsumen, dan perangkat IoT — mendapat dorongan dari ledakan industri EV China. Sementara itu, segmen chip komputasi canggih mendapat tekanan permintaan dari gelombang pembangunan pusat data AI yang tidak menunjukkan tanda-tanda melambat.
Huawei Isi Kekosongan Nvidia
Pembatasan terbaru AS yang memotong akses China terhadap chip Nvidia — khususnya seri H100 dan A100 — tidak menghentikan pembangunan infrastruktur AI domestik China. Yang terjadi justru sebaliknya: Beijing mendorong perusahaan lokal untuk beralih ke alternatif buatan dalam negeri, dan Huawei mengambil peran terbesar dalam mengisi kekosongan tersebut.
Parv Sharma, analis senior di Counterpoint Research, memberikan penilaian yang bernuansa.
“Meskipun China belum memimpin dalam performa puncak GPU, solusi buatan dalam negeri ini mengisi ‘celah komputasi’ domestik dan mendorong rekor pendapatan,” kata Sharma.
Performa produk Huawei memang masih di bawah chip Nvidia terkini. Namun dalam konteks pasar yang tidak lagi bisa mengakses produk AS secara legal, “cukup baik” dengan ketersediaan yang terjamin jauh lebih berharga dari “terbaik di dunia” yang tidak bisa dipesan.
CXMT: Lonjakan 130% dari Kelangkaan Memori Global
Sektor chip memori menjadi ceruk paling menguntungkan. Kelangkaan high-bandwidth memory (HBM) — komponen kunci untuk akselerator AI — yang selama ini didominasi oleh Samsung, SK Hynix, dan Micron membuka peluang besar bagi pemain domestik China.
ChangXin Memory Technologies (CXMT) mencatatkan lonjakan pendapatan 130% secara tahunan menjadi lebih dari 55 miliar yuan atau setara US$8 miliar (sekitar Rp136 triliun), menurut laporan Bloomberg.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





