2. Hindari Pertanyaan Klise Bak Interogasi
Obrolan yang awet bersumber dari kenyamanan dua arah, bukan interogasi kerja. Hindari memberondongnya dengan rentetan pertanyaan klise seperti “Lagi apa?” atau “Sudah makan belum?”. Sebagai gantinya, ajukan pertanyaan terbuka yang memancing cerita menarik sehingga pembicaraan terasa seperti dialog santai yang menyenangkan.
3. Hargai Waktu dan Atur Pacing Pesan
Setiap orang tentu memiliki kesibukan masing-masing dalam kesehariannya. Oleh karena itu, hindari menuntut balasan instan dalam hitungan menit. Sebaliknya, jika kamu sedang sibuk, sampaikan secara sopan bahwa kamu akan membalas pesannya nanti. Usahakan jeda waktu membalas tidak lebih dari enam jam agar momentum dan antusiasme obrolan tidak menguap begitu saja.





