BeritaLifestyle

Tutup HJKB ke-216, Pemkot Bandung Gelar Pawai Jampana

16
×

Tutup HJKB ke-216, Pemkot Bandung Gelar Pawai Jampana

Sebarkan artikel ini
IMG 20261025 WA0021

Jampana merupakan tandu hias yang dipanggul oleh empat hingga enam orang. Setiap peserta membawa ornamen dengan bentuk dan tema beragam yang merepresentasikan kreativitas masing-masing kelompok.

Salah satu bentuk kreativitas yang ditampilkan yakni miniatur kereta api dari Dinas Perhubungan. Tidak hanya menjadi hiasan, Jampana juga memiliki keunikan karena bagian dalamnya diisi berbagai jenis makanan untuk dibagikan kepada masyarakat saat arak-arakan berlangsung.

“Jampana itu adalah arak-arakan yang dipanggul oleh empat sampai enam orang. Di dalamnya diisi berbagai macam makanan. Nanti sambil lewat, dia berhenti dan orang bisa mengambil makanannya,” kata Farhan.

Menurutnya, konsep tersebut menjadi alternatif dari perayaan sebelumnya yang menggunakan mobil hias pada malam hari dengan konsep City of Light. Kali ini, Pemkot Bandung memilih menghidupkan kembali tradisi lokal sebagai bagian dari penutupan perayaan HJKB.

Farhan menjelaskan, gagasan karnaval ini berangkat dari pengamatannya terhadap berbagai kegiatan yang diselenggarakan kecamatan dalam rangkaian HJKB. Pada 5–6 September, sehari setelah upacara Hari Jadi Kota Bandung, ia melihat antusiasme masyarakat dalam menampilkan potensi dan kreativitas wilayahnya masing-masing.

Pengalaman tersebut mendorong Pemkot Bandung menyusun kegiatan yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi sekaligus melibatkan kelompok pelajar.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Bandung berkolaborasi dengan sejumlah institusi pendidikan, di antaranya Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Taruna Nusantara.

Farhan menyebut, pemilihan waktu pelaksanaan pada pagi hari juga menjadi pertimbangan agar kegiatan tetap berlangsung meriah tanpa menimbulkan kemacetan berkepanjangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Haris Bunyamin citarum saguling
Berita

Peringatan Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober tidak lagi sekadar menjadi ajang seremonial atau mengenang sejarah perjuangan kemerdekaan. Di era modern, tantangan terbesar yang dihadapi umat manusia, termasuk kalangan santri—telah bergeser ke arah krisis lingkungan hidup, mulai dari pencemaran sungai, kerusakan hutan, hingga perubahan iklim.

hari santri nasional
Berita

Peringatan Hari Santri Nasional momentum tepat untuk memperkuat peran santri dalam menjaga nilai keagamaan sekaligus membangun kemajuan bangsa. Anggota DPRD Kota Cimahi, H. Yefi Abdullah, S.E., M.IP., mengajak masyarakat menjadikan semangat santri sebagai inspirasi melahirkan generasi yang kuat secara spiritual dan unggul dalam ilmu pengetahuan.