BeritaLifestyle

Tutup HJKB ke-216, Pemkot Bandung Gelar Pawai Jampana

16
×

Tutup HJKB ke-216, Pemkot Bandung Gelar Pawai Jampana

Sebarkan artikel ini
IMG 20261025 WA0021

“Ini yang ingin kita tunjukkan, segala sesuatu harus terinspirasi dari prinsip bottom-up, dari bawah,” ujarnya.

Dari 30 kecamatan di Kota Bandung, Pemkot melakukan kurasi untuk memilih penampilan yang dinilai sesuai untuk ditampilkan dalam karnaval.

Farhan mengatakan, kegiatan ini terinspirasi dari budaya dan inisiatif masyarakat, sehingga kreativitas yang tumbuh di tingkat wilayah menjadi bagian dari perayaan kota.

Ia juga menyoroti keberagaman ekspresi budaya masyarakat, termasuk penampilan warga Kecamatan Mandalajati yang mengusung nuansa budaya Tionghoa melalui busana merah dan tetap memadukannya dengan identitas masyarakat setempat.

“Mandalajati itu semuanya bergaya China. Bajunya merah semua, tapi perempuannya semua pakai hijab,” jelasnya

Melalui Karnaval Jampana, Pemkot Bandung ingin menjadikan peringatan HJKB bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga ruang bagi warga untuk menampilkan identitas budaya, memperkuat kebersamaan, serta berpartisipasi dalam membangun kota.

Perayaan ini sekaligus menegaskan bahwa kemeriahan Hari Jadi Kota Bandung dapat diwujudkan melalui tradisi, gotong royong dan kreativitas yang tumbuh dari masyarakat. (Ipung)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Haris Bunyamin citarum saguling
Berita

Peringatan Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober tidak lagi sekadar menjadi ajang seremonial atau mengenang sejarah perjuangan kemerdekaan. Di era modern, tantangan terbesar yang dihadapi umat manusia, termasuk kalangan santri—telah bergeser ke arah krisis lingkungan hidup, mulai dari pencemaran sungai, kerusakan hutan, hingga perubahan iklim.

hari santri nasional
Berita

Peringatan Hari Santri Nasional momentum tepat untuk memperkuat peran santri dalam menjaga nilai keagamaan sekaligus membangun kemajuan bangsa. Anggota DPRD Kota Cimahi, H. Yefi Abdullah, S.E., M.IP., mengajak masyarakat menjadikan semangat santri sebagai inspirasi melahirkan generasi yang kuat secara spiritual dan unggul dalam ilmu pengetahuan.