Teknologi

Militer AS Tetap Gunakan Anthropic AI Claude dalam Operasi Serangan ke Iran Meski Dilarang

31
×

Militer AS Tetap Gunakan Anthropic AI Claude dalam Operasi Serangan ke Iran Meski Dilarang

Sebarkan artikel ini
Militer AS pakai Anthropic AI Claude untuk serang Iran, padahal baru dilarang menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa teknologi kecerdasan buatan tersebut masih digunakan
Militer AS pakai Anthropic AI Claude untuk serang Iran, padahal baru dilarang menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa teknologi kecerdasan buatan tersebut masih digunakan

Militer AS Tetap Gunakan Anthropic AI Claude dalam Operasi Serangan ke Iran Meski Dilarang

XJABAR.COM – Militer AS pakai Anthropic AI Claude untuk serang Iran, padahal baru dilarang menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa teknologi kecerdasan buatan tersebut masih digunakan dalam operasi militer terbaru Amerika Serikat di Iran. Fakta ini mencuat hanya beberapa jam setelah Presiden AS, Donald Trump, resmi mengeluarkan perintah larangan terhadap penggunaan teknologi tersebut di lingkungan pemerintah.

Penggunaan model bahasa besar (LLM) Claude buatan Anthropic dilaporkan terjadi dalam konteks operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran. Informasi ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai konsistensi kebijakan keamanan nasional, mengingat sebelumnya Menteri Pertahanan AS menyebut Anthropic sebagai risiko keamanan nasional.

Lalu, siapa yang menggunakan teknologi ini, untuk tujuan apa, dan bagaimana dampaknya terhadap industri kecerdasan buatan global?

Siapa yang Menggunakan dan Dalam Konteks Apa?

Peran US Central Command di Lapangan

Komando Pusat AS atau United States Central Command (CENTCOM) diketahui menjadi salah satu pihak yang memanfaatkan layanan Anthropic di lapangan. CENTCOM merupakan komando militer yang bertanggung jawab atas operasi AS di kawasan Timur Tengah, termasuk wilayah konflik yang melibatkan Iran.

Penggunaan Claude terjadi di tengah operasi militer berskala besar yang menargetkan infrastruktur dan fasilitas strategis Iran. Meski demikian, sumber laporan menegaskan bahwa AI tersebut tidak digunakan sebagai pengambil keputusan mematikan secara langsung.

Tidak Digunakan untuk Serangan Otonom

Model AI Claude dipastikan tidak digunakan untuk menerbangkan drone, menentukan target pengeboman, atau melakukan keputusan tempur secara otonom. Artinya, sistem tersebut tidak berfungsi sebagai sistem senjata mandiri.

Sebaliknya, Claude difokuskan untuk mendukung proses analisis data di belakang layar (back-end). Perannya lebih kepada mempercepat pemrosesan informasi dalam jumlah besar yang diperoleh dari berbagai sumber intelijen.

Bagaimana Claude Digunakan dalam Operasi Militer?

Analisis Data Intelijen dan Terjemahan Instan

Claude dilaporkan digunakan untuk membedah data intelijen mentah, termasuk komunikasi musuh yang disadap. Model ini mampu menerjemahkan informasi secara instan dan menyaring data dalam skala masif.

Kemampuan tersebut dianggap sangat membantu personel militer dalam memahami situasi secara cepat di tengah dinamika pertempuran. Dalam konteks perang modern, kecepatan pemrosesan informasi sering kali menjadi faktor krusial.

Optimalisasi Rantai Pasok Logistik

Selain analisis intelijen, Claude juga dimanfaatkan untuk mengoptimalkan rantai pasok logistik militer. Pengelolaan distribusi sumber daya, pergerakan pasukan, hingga koordinasi peralatan membutuhkan sistem yang mampu memproses data kompleks dalam waktu singkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *