Lifestyle

Dokter Ungkap Mitos Buka Puasa yang Masih Dipercaya Banyak Orang Saat Ramadhan

24
×

Dokter Ungkap Mitos Buka Puasa yang Masih Dipercaya Banyak Orang Saat Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Masih banyak salah kaprah saat buka puasa yang dipercaya masyarakat selama bulan Ramadhan, terutama terkait jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi setelah seharian menahan lapar dan haus.
Masih banyak salah kaprah saat buka puasa yang dipercaya masyarakat selama bulan Ramadhan, terutama terkait jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi setelah seharian menahan lapar dan haus.

Masih Banyak Salah Kaprah Saat Buka Puasa, Dokter Luruskan Mitos Ini

XJABAR.COM – Masih banyak salah kaprah saat buka puasa yang dipercaya masyarakat selama bulan Ramadhan, terutama terkait jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi setelah seharian menahan lapar dan haus. Sejumlah anggapan mengenai kebutuhan gula dan energi tubuh setelah berpuasa dinilai tidak sepenuhnya benar dan justru berpotensi menyebabkan pola makan yang tidak seimbang.

Dokter spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Ida Gunawan, MS, Sp.G.K, Subsp.K.M., FINEM, menjelaskan bahwa beberapa kebiasaan masyarakat saat berbuka puasa sering kali dipengaruhi oleh mitos yang keliru tentang kebutuhan energi tubuh setelah menjalani puasa sepanjang hari.

Menurut dr. Ida, salah satu anggapan yang paling sering muncul adalah keyakinan bahwa setiap orang yang berpuasa pasti mengalami kekurangan gula darah. Keyakinan ini membuat banyak orang langsung mengonsumsi makanan atau minuman manis dalam jumlah besar ketika waktu berbuka tiba.

Ia menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena kondisi tubuh setiap orang berbeda. Tidak semua individu yang menjalani puasa mengalami penurunan kadar gula darah secara signifikan.

Pemahaman yang kurang tepat tentang kebutuhan tubuh setelah berpuasa dapat membuat seseorang mengonsumsi makanan berlebihan, terutama makanan tinggi gula dan kalori. Kondisi ini justru berpotensi memicu ketidakseimbangan asupan gizi selama bulan Ramadhan.

Mitos Tubuh Kekurangan Gula Saat Puasa

Anggapan yang Banyak Dipercaya Saat Waktu Berbuka

Salah satu mitos yang paling umum dipercaya masyarakat adalah anggapan bahwa tubuh pasti mengalami kekurangan gula setelah berpuasa selama kurang lebih 12 hingga 14 jam.

Akibat dari keyakinan tersebut, banyak orang memilih berbuka puasa dengan minuman atau makanan yang sangat manis dalam jumlah besar. Contoh yang sering ditemui adalah konsumsi sirup, minuman manis, atau makanan dengan kandungan gula tinggi.

Menurut dr. Ida Gunawan, kebiasaan tersebut sebenarnya tidak selalu diperlukan oleh tubuh.

Ia menjelaskan bahwa sistem metabolisme manusia memiliki mekanisme untuk menjaga keseimbangan energi selama seseorang berpuasa. Tubuh akan memanfaatkan cadangan energi yang tersimpan, seperti glikogen yang terdapat di hati dan otot.

Cadangan energi ini dapat digunakan secara bertahap untuk mempertahankan kadar gula darah selama seseorang tidak mengonsumsi makanan.

Oleh karena itu, tidak semua orang yang menjalani puasa mengalami kondisi hipoglikemia atau penurunan gula darah yang signifikan.

Risiko Konsumsi Gula Berlebihan Saat Berbuka

Mengonsumsi makanan atau minuman manis secara berlebihan saat berbuka justru dapat menyebabkan peningkatan asupan kalori yang tidak diperlukan oleh tubuh.

Menurut dr. Ida, lonjakan gula yang terlalu tinggi dapat memicu peningkatan kadar glukosa darah secara cepat, yang kemudian diikuti oleh penurunan energi setelahnya.

Kondisi ini dapat membuat seseorang merasa cepat lelah atau mengantuk setelah berbuka puasa.

Selain itu, konsumsi gula berlebihan juga berpotensi meningkatkan risiko penambahan berat badan jika dilakukan secara terus-menerus selama bulan Ramadhan.

Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami kebutuhan energi tubuh secara lebih seimbang.

Pilihan Sumber Energi yang Lebih Sehat Saat Berbuka

Gula Alami dari Buah Lebih Disarankan

Sebagai alternatif yang lebih sehat, dr. Ida Gunawan menyarankan agar masyarakat memilih sumber gula alami saat berbuka puasa.

Buah-buahan segar seperti kurma, koktail buah, atau jus buah dapat menjadi pilihan yang baik untuk membantu mengembalikan energi tubuh secara bertahap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *