Lifestyle

Dokter Ungkap Mitos Buka Puasa yang Masih Dipercaya Banyak Orang Saat Ramadhan

86
×

Dokter Ungkap Mitos Buka Puasa yang Masih Dipercaya Banyak Orang Saat Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Masih banyak salah kaprah saat buka puasa yang dipercaya masyarakat selama bulan Ramadhan, terutama terkait jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi setelah seharian menahan lapar dan haus.
Masih banyak salah kaprah saat buka puasa yang dipercaya masyarakat selama bulan Ramadhan, terutama terkait jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi setelah seharian menahan lapar dan haus.

Buah mengandung gula alami yang lebih mudah dicerna oleh tubuh serta dilengkapi dengan berbagai nutrisi penting seperti vitamin, mineral, dan serat.

Selain membantu memenuhi kebutuhan energi, kandungan serat pada buah juga berperan dalam menjaga sistem pencernaan tetap sehat selama bulan puasa.

Menurut dr. Ida, konsumsi buah saat berbuka dapat memberikan manfaat gizi yang lebih seimbang dibandingkan minuman manis dengan gula tambahan.

Ia menekankan bahwa manis alami dari buah merupakan pilihan terbaik untuk membantu tubuh memulihkan energi setelah berpuasa.

Pentingnya Asupan Cairan Saat Berbuka

Selain sumber energi, kebutuhan cairan juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan ketika berbuka puasa.

Selama menjalani puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam sehingga penting untuk menggantinya secara bertahap saat berbuka.

Minum air putih atau minuman berbasis buah dapat membantu tubuh kembali terhidrasi dengan baik.

Keseimbangan antara asupan cairan dan nutrisi menjadi salah satu kunci agar tubuh tetap sehat selama menjalani ibadah puasa.

Mitos Energi Tubuh Harus Diganti dengan Makanan Tinggi Kalori

Kebiasaan Berbuka dengan Gorengan

Selain mitos mengenai gula darah, terdapat anggapan lain yang cukup populer di masyarakat, yaitu keyakinan bahwa tubuh membutuhkan makanan tinggi kalori segera setelah berbuka puasa.

Akibatnya, banyak orang memilih mengonsumsi makanan berlemak seperti gorengan dalam jumlah besar saat berbuka.

Gorengan dianggap mampu mengembalikan energi tubuh dengan cepat setelah seharian tidak makan dan minum.

Padahal, menurut dr. Ida Gunawan, konsumsi gorengan dalam jumlah berlebihan bukanlah cara yang tepat untuk memulihkan energi tubuh.

Kandungan Lemak Tinggi dalam Gorengan

Gorengan umumnya mengandung lemak yang cukup tinggi karena proses pengolahannya menggunakan minyak dalam jumlah besar.

Konsumsi makanan berlemak secara berlebihan dapat meningkatkan total kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Jika kebiasaan tersebut dilakukan secara rutin selama bulan Ramadhan, risiko peningkatan berat badan juga dapat meningkat.

Menurut dr. Ida, konsumsi gorengan sebenarnya tidak sepenuhnya dilarang saat berbuka puasa.

Namun yang perlu diperhatikan adalah jumlahnya agar tidak berlebihan.

Ia menjelaskan bahwa banyak orang sering mengonsumsi dua hingga tiga potong gorengan sekaligus ketika berbuka, yang kemudian diikuti dengan makanan utama dalam porsi besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *