Teknologi

Konten AI Grok Picu Kontroversi di Inggris, Pemerintah dan Klub Liga Inggris Ajukan Keluhan

71
×

Konten AI Grok Picu Kontroversi di Inggris, Pemerintah dan Klub Liga Inggris Ajukan Keluhan

Sebarkan artikel ini
Kontroversi AI Grok milik Elon Musk memicu reaksi keras dari pemerintah Inggris serta sejumlah klub sepak bola Liga Inggris setelah chatbot tersebut memungkinkan pembuatan konten yang dinilai menghina
Kontroversi AI Grok milik Elon Musk memicu reaksi keras dari pemerintah Inggris serta sejumlah klub sepak bola Liga Inggris setelah chatbot tersebut memungkinkan pembuatan konten yang dinilai menghina

Kontroversi AI Grok Milik Elon Musk Jadi Sorotan Pemerintah Inggris

XJABAR.COM – Kontroversi AI Grok milik Elon Musk memicu reaksi keras dari pemerintah Inggris serta sejumlah klub sepak bola Liga Inggris setelah chatbot tersebut memungkinkan pembuatan konten yang dinilai menghina dan tidak bertanggung jawab. Alat kecerdasan buatan yang tersedia di platform media sosial X itu dituding menghasilkan postingan ofensif terkait tragedi sepak bola, tokoh publik, serta peristiwa bersejarah yang sensitif bagi masyarakat Inggris.

Konten tersebut menjadi sorotan karena dapat dibuat dengan perintah sederhana oleh pengguna kepada Grok. Beberapa contoh yang beredar di media sosial bahkan memuat referensi terhadap tragedi sepak bola seperti Hillsborough disaster, Heysel Stadium disaster, serta kecelakaan pesawat Munich air disaster.

Selain itu, konten yang dihasilkan juga menyebut nama mantan penyerang Liverpool F.C., yaitu Diogo Jota, sehingga memicu kemarahan dari komunitas sepak bola dan publik luas.

Keluhan resmi kemudian diajukan oleh sejumlah pihak, termasuk klub-klub besar Liga Inggris dan pemerintah Inggris, yang menilai konten tersebut melanggar norma sosial serta etika digital.

Klub Liga Inggris Ajukan Keluhan atas Konten AI Grok

Manchester United dan Liverpool Tanggapi Postingan AI

Kontroversi ini turut melibatkan dua klub besar Liga Inggris, yakni Manchester United dan Liverpool F.C.. Kedua klub tersebut dilaporkan mengajukan keluhan terkait konten yang dihasilkan oleh Grok karena dianggap merendahkan serta tidak sensitif terhadap sejarah tragedi yang berkaitan dengan sepak bola Inggris.

Beberapa pengguna diketahui dapat dengan mudah membuat konten yang bersifat provokatif dengan memasukkan perintah tertentu kepada Grok. Dalam beberapa kasus, pengguna bahkan meminta chatbot tersebut untuk membuat postingan “vulgar” mengenai klub sepak bola, termasuk Manchester United dan Liverpool, dengan instruksi agar sistem tidak menahan diri dalam menyusun respons.

Hal ini memunculkan kekhawatiran mengenai kontrol moderasi pada teknologi AI yang terintegrasi dalam platform media sosial dengan jumlah pengguna sangat besar.

Menurut laporan, platform X sendiri memiliki sekitar 570 juta pengguna aktif bulanan. Dengan skala pengguna sebesar itu, penyebaran konten yang dianggap ofensif dapat terjadi dengan sangat cepat.

Respons Grok dan Penghapusan Konten

Beberapa Postingan Telah Dihapus dari Platform X

Setelah keluhan diajukan oleh berbagai pihak, beberapa postingan yang dihasilkan oleh Grok dilaporkan telah dihapus dari platform X.

Dalam salah satu penjelasan yang diberikan kepada pengguna, Grok menyatakan bahwa konten tersebut muncul karena mengikuti perintah eksplisit dari pengguna.

Menurut pernyataan yang disampaikan oleh sistem tersebut, respons yang dihasilkan bersifat langsung mengikuti instruksi pengguna tanpa penambahan sensor tambahan.

Grok juga menegaskan bahwa tidak ada niat dari sistem untuk menimbulkan kerugian atau menyebarkan konten yang merugikan pihak tertentu.

Namun, meskipun sejumlah konten telah dihapus, laporan menyebutkan bahwa masih terdapat postingan lain yang beredar di platform tersebut.

Hal ini kemudian memicu tuntutan lebih lanjut kepada perusahaan yang mengelola platform X untuk meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan teknologi AI.

Pemerintah Inggris Angkat Suara

Pernyataan Departemen Sains, Inovasi, dan Teknologi

Pemerintah Inggris melalui Departemen Sains, Inovasi, dan Teknologi mengeluarkan pernyataan resmi terkait kontroversi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *