Teknologi

Alibaba vs ByteDance: Chatbot AI Dibeli dengan Teh Susu

13
×

Alibaba vs ByteDance: Chatbot AI Dibeli dengan Teh Susu

Sebarkan artikel ini
Perusahaan teknologi besar China—termasuk Alibaba, Tencent, Baidu, dan ByteDance—menghabiskan lebih dari US$1,1 miliar secara gabungan untuk promosi chatbot AI selama periode liburan Tahun Baru Imlek.
Perusahaan teknologi besar China—termasuk Alibaba, Tencent, Baidu, dan ByteDance—menghabiskan lebih dari US$1,1 miliar secara gabungan untuk promosi chatbot AI selama periode liburan Tahun Baru Imlek.

Raksasa Teknologi China Gelontorkan $1,1 Miliar untuk Perang Chatbot AI

XJABAR.COM – Perusahaan teknologi besar China—termasuk Alibaba, Tencent, Baidu, dan ByteDance—menghabiskan lebih dari US$1,1 miliar secara gabungan untuk promosi chatbot AI selama periode liburan Tahun Baru Imlek. Estimasi itu bersumber dari bank investasi Morgan Stanley, sebagaimana dilaporkan NPR pada 30 Maret 2026.

Strateginya bukan sekadar iklan. Mereka membagikan uang tunai, kupon, dan minuman gratis—agar pengguna terbiasa memerintah AI untuk bertransaksi.

Alibaba Pimpin Belanja Promosi, Tencent dan Baidu Susul

Alibaba menjadi yang paling agresif. Perusahaan mengalokasikan lebih dari US$430 juta khusus untuk promosi liburan Imlek. Tencent dan Baidu turut menggelontorkan jutaan dolar dalam bentuk kupon dan hadiah langsung kepada pengguna.

Skala pengeluaran ini mencerminkan logika yang berbeda dari pendekatan perusahaan AI Amerika Serikat. Jika perusahaan AS berlomba membangun teknologi paling canggih, pemain China fokus pada satu target: membuat masyarakat menggunakan chatbot setiap hari—terutama untuk berbelanja, bukan sekadar mencari informasi.

Teh Susu Gratis dan Garis Depan Perang Chatbot

Li Hao, kurir berusia 19 tahun dan pengguna setia Doubao milik ByteDance, menjadi gambaran konkret dari strategi ini. Selama liburan Imlek, ia beralih ke Qwen milik Alibaba—bukan karena fiturnya lebih baik, melainkan karena aplikasi itu menawarkan teh susu gratis jika dipesan lewat chatbot.

“Saya mencobanya dan mendapat teh susu. Setelah itu, saya tidak menggunakannya lagi.”

Li kembali ke Doubao segera setelah minuman gratisnya didapat. Kisahnya sekaligus mengekspos masalah mendasar dari strategi bakar uang ini: menarik pengguna lebih mudah daripada mempertahankan mereka.

Ekosistem E-Commerce China Jadi Mesin Penggerak

Keunggulan kompetitif strategi ini bertumpu pada infrastruktur niaga-el China yang sudah sangat matang. Qwen dari Alibaba memungkinkan pengguna memesan teh susu hanya dengan mengetik perintah teks. Chatbot langsung merekomendasikan toko terdekat, dan jika pengguna menggunakan Alipay, sistem sudah mengetahui lokasi pengiriman sekaligus memproses pembayaran satu ketukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *