XJABAR.COM – Buket bunga bukan lagi sekadar hiasan — ia telah menjelma menjadi bagian dari gaya hidup mahasiswa dan peluang bisnis yang menggiurkan bagi para pelaku usaha di kawasan tersebut. Di sepanjang jalan-jalan kecil yang mengelilingi kampus Universitas Negeri Semarang, deretan kedai florist tumbuh beriringan dengan jadwal sidang skripsi dan wisuda mahasiswanya.
Permintaan yang konsisten sepanjang tahun, dipadu tren estetika yang terus bergulir, mendorong omzet toko-toko florist di sekitar Unnes menyentuh angka Rp8 juta per bulan.
Thumbelina: Si Mungil yang Jadi Buket Paling Dicari
Dari sekian banyak jenis buket yang beredar di pasaran, satu nama sedang naik daun: Buket Thumbelina. Terinspirasi dari karakter dongeng, rangkaian ini menggabungkan bunga-bunga kecil warna-warni yang dibungkus sampul minimalis satu warna — menghasilkan tampilan yang estetik, modern, dan cocok dijepret untuk konten media sosial.
Annisatul Khairiyah, pemilik Shaa Florist di Jalan Taman Siswa, Semarang, menjelaskan daya tarik Thumbelina dengan gamblang. “Buket Thumbelina bisa menggunakan bunga asli maupun artifisial. Harganya mulai dari Rp75 ribu, namun yang paling sering dicari pelanggan ada di kisaran Rp150 ribu hingga Rp200 ribu,” ujar Annisa saat ditemui di kedainya, Jumat (17/4/2026).

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





