Sebelum Thumbelina mendominasi, pasar sempat diramaikan oleh bunga satin yang juga punya masa kejayaannya sendiri. Tren berputar cepat. Annisa memahami ini bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai ritme bisnis yang harus diikuti.
Strategi Bertahan: Katalog yang Selalu Diperbarui
Di balik tampilan kedai yang segar dan penuh warna, Annisa menyimpan strategi yang cukup sederhana namun efektif: selalu memperbarui katalog sesuai arah permintaan pasar.
Ketika tren berganti, pilihan produk ikut menyesuaikan. Ketika momentum wisuda mendekat, mesin pesanan berputar kencang.
“Jika mendekati momentum wisuda, pesanan masuk bisa mencapai 50 permintaan. Belum lagi pembeli yang datang langsung ke toko,” tambahnya.
Lima puluh pesanan dalam satu momentum. Belum termasuk pembeli walk-in.
Di luar Thumbelina, satu produk tetap menjadi andalan yang tidak tergantikan: buket snack. Harganya mulai dari Rp25 ribu — menjadikannya pilihan paling demokratis di antara seluruh lini produk florist. Mahasiswa dengan anggaran terbatas pun bisa tetap hadir dengan tangan penuh.
Lebih dari Sekadar Bunga: Simbol Pengakuan bagi Perantau
Yang membuat bisnis florist kampus berbeda dari toko bunga biasa adalah muatan emosionalnya. Buket di sini bukan sekadar pelengkap foto wisuda — ia menjadi media untuk menyampaikan sesuatu yang sering sulit diucapkan.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





