Teknologi

Avatar AI Gantikan Kreator Live Shopping di China, Raup Rp930 Miliar dalam 6 Jam

7
×

Avatar AI Gantikan Kreator Live Shopping di China, Raup Rp930 Miliar dalam 6 Jam

Sebarkan artikel ini
Avatar AI kini menggantikan kreator dalam live shopping 24 jam di China. Satu sesi bersama Baidu hasilkan Rp930 miliar. Industri avatar digital diproyeksikan capai Rp10.826 triliun pada 2025.
Avatar AI kini menggantikan kreator dalam live shopping 24 jam di China. Satu sesi bersama Baidu hasilkan Rp930 miliar. Industri avatar digital diproyeksikan capai Rp10.826 triliun pada 2025.

Siaran 24 Jam Tanpa Jeda, tapi Kreatornya Tidak Pernah Benar-benar Hadir

XJABAR.COM – Di balik layar live shopping yang tampak energik dan interaktif, ada fenomena yang diam-diam mengubah industri konten digital China secara fundamental. Kreator yang tampil di hadapan jutaan penonton itu bukan manusia. Ia adalah avatar AI — replika digital yang dilatih untuk meniru gaya bicara, ekspresi wajah, hingga karakter khas sang kreator asli.

Skenarionya sederhana tapi efeknya luar biasa. Kreator asli cukup duduk di depan greenscreen dengan pencahayaan minimal, nyaris tanpa ekspresi, bahkan tanpa banyak berbicara. Yang tampil di layar penonton adalah versi digitalnya: rapi, ekspresif, penuh energi, mampu menjelaskan produk secara detail, dan merespons komentar audiens layaknya manusia sungguhan.

Ini bukan eksperimen kecil. Ini sudah menjadi infrastruktur industri.

Luo Yonghao dan 55 Juta Yuan dalam Satu Sesi

Rekor yang Melampaui Siaran Manusia

Salah satu bukti paling konkret datang dari kreator populer China, Luo Yonghao. Berkolaborasi dengan perusahaan teknologi Baidu, ia menggelar sesi live streaming menggunakan avatar AI selama lebih dari enam jam pada 2025.

Hasilnya: penjualan sebesar 55 juta yuan atau setara Rp930,3 miliar dalam satu sesi siaran.

Yang lebih mengejutkan, angka itu melampaui capaian sesi live sebelumnya yang Luo lakukan secara langsung tanpa bantuan AI. Avatar digital ternyata bukan sekadar pengganti yang setara — dalam konteks tertentu, ia bisa lebih produktif dari manusia yang ia tirukan.

Bagaimana Avatar Ini Dibuat

Avatar AI yang digunakan bukan produk instan. Sistem ini dibangun dengan melatih model AI menggunakan data video selama bertahun-tahun. Hasilnya adalah representasi digital yang mampu mereplikasi nuansa yang biasanya hanya dimiliki manusia: ritme bicara, ekspresi mikro, dan karakter personal yang membuat penonton merasa terhubung dengan kreator.

Skala Industri yang Sulit Dibayangkan

Hampir Sejuta Perusahaan dalam Satu Ekosistem

Tren ini bukan gerakan pinggiran. Data dari basis bisnis China mencatat lebih dari 993.000 perusahaan beroperasi di sektor avatar digital. Lebih dari 400.000 di antaranya baru berdiri dalam beberapa tahun terakhir — sebuah akselerasi yang mencerminkan betapa cepatnya ekosistem ini tumbuh.

Pada festival belanja online 618 yang digelar setiap 18 Juni, lebih dari 5.000 merek diketahui menggunakan avatar AI untuk sesi live streaming mereka. Siaran-siaran tersebut ditonton lebih dari 100 juta kali dan menghasilkan lebih dari 5 juta interaksi pengguna hanya dalam satu event.

Proyeksi Pendapatan yang Meledak

Secara nilai ekonomi, dampak industri avatar digital di China sudah jauh melampaui tahap eksperimen. Pada 2023, avatar digital diestimasikan menghasilkan pendapatan lebih dari 333 miliar yuan — setara Rp5.633 triliun.

Angka itu diproyeksikan hampir dua kali lipat menjadi 640 miliar yuan atau sekitar Rp10.826,2 triliun pada 2025. Dalam dua tahun, nilai industrinya tumbuh hampir 100 persen, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari SixthTone dan CNBC.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *