Teknologi

Skandal Penipuan AI Rp25 Triliun Terbongkar, CEO dan CFO iLearning Engines Ditangkap

4
×

Skandal Penipuan AI Rp25 Triliun Terbongkar, CEO dan CFO iLearning Engines Ditangkap

Sebarkan artikel ini
CEO dan CFO iLearning Engines ditangkap atas dugaan penipuan AI senilai Rp25 triliun. Pelanggan dan pendapatan USD 421 juta diklaim sepenuhnya fiktif sejak 2019.
CEO dan CFO iLearning Engines ditangkap atas dugaan penipuan AI senilai Rp25 triliun. Pelanggan dan pendapatan USD 421 juta diklaim sepenuhnya fiktif sejak 2019.

XJABAR.COM – Sebuah perusahaan teknologi iLearning Engines yang mengklaim diri sebagai platform AI bernilai USD 1,5 miliar atau sekitar Rp25 triliun ternyata dibangun di atas kebohongan — pelanggan palsu, pendapatan fiktif, dan prospek keuangan yang dirancang untuk mengelabui investor.

Departemen Kehakiman AS mendakwa pendiri sekaligus CEO iLearning Engines, Puthugramam “Harish” Chidambaran, dan CFO Sayyed Farhan Ali “Farhan” Naqvi atas serangkaian tuduhan penipuan sekuritas dan penipuan berbasis elektronik. Keduanya telah ditangkap — Chidambaran di Maryland, Naqvi di California.

Bisnis AI yang Hampir Sepenuhnya Palsu

iLearning Engines memasarkan dirinya sebagai “platform AI out-of-the-box” yang dirancang untuk merevolusi pelatihan dan pendidikan melalui kecerdasan buatan. Klaim itu cukup meyakinkan untuk mendongkrak kapitalisasi pasar perusahaan hingga miliaran dolar.

Namun menurut Departemen Kehakiman AS, hampir seluruh informasi bisnis iLearning telah dipalsukan sejak Januari 2019. Pelanggan yang tercatat di atas kertas fiktif. Pendapatan yang dilaporkan ke publik dan investor? Juga palsu.

“Meskipun para terdakwa mempromosikan iLearning sebagai solusi untuk merevolusi pelatihan dan pendidikan melalui kecerdasan buatan, bagian yang benar-benar palsu dari cerita mereka adalah pelanggan dan pendapatan iLearning itu sendiri,” tegas Departemen Kehakiman, dikutip dari Futurism.

Angka yang Mencengangkan: USD 421 Juta Pendapatan Fiktif

Skala pemalsuan ini bukan kecil-kecilan. Pada 2023 saja, iLearning membukukan pendapatan USD 421 juta yang diklaim berasal dari penjualan lisensi AI kepada pelanggan korporat.

Kenyataannya, angka tersebut digelembungkan melalui jaringan kontrak palsu yang rumit dengan pihak-pihak yang diklaim sebagai pelanggan — namun tidak pernah benar-benar bertransaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *