XJABAR.COM – Buang angin mungkin terasa memalukan, tapi menahan kentut justru bisa berbahaya bagi kesehatan pencernaan — dan para dokter gastroenterologi punya alasan ilmiah kuat untuk mendorongmu berhenti menahannya.
Bukan Malu, Tapi Proses Alami yang Penting
Gas dalam saluran cerna terbentuk dari dua sumber utama: aktivitas bakteri usus saat mencerna makanan, dan udara yang tanpa sadar ikut tertelan saat makan atau minum. Keduanya adalah proses yang sepenuhnya normal.
Masalahnya, banyak orang memilih menahan dorongan itu demi alasan sosial. Dan kebiasaan itulah yang memicu perut kembung.
“Perut kita itu sebenarnya ruang tertutup yang terbatas. Jadi, saat gas menumpuk di sana, rasanya persis seperti sedang meniup balon di dalam kotak kecil,” kata ahli gastroenterologi di Gastro Health, Kennewick, Washington, AS, Pornchai Leelasinjaroen, MD, dikutip dari Everyday Health, Senin (20/4/2026).
Menurut dr. Lee, sensasi kencang atau begah yang terasa adalah tanda bahwa saluran pencernaan sedang benar-benar meregang. Jadi apa saja manfaat yang hilang ketika kamu memilih menahannya?
1. Langsung Mengempiskan Perut yang Begah
Penumpukan gas adalah biang kerok di balik perut terasa penuh dan celana mendadak terasa sempit di pinggang. Kondisi ini sering memburuk seiring berjalannya hari.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





