Lifestyle

Ahli Diet: Tubuh Tak Butuh Gula Tambahan, Ini Cara Menguranginya Pelan-Pelan

5
×

Ahli Diet: Tubuh Tak Butuh Gula Tambahan, Ini Cara Menguranginya Pelan-Pelan

Sebarkan artikel ini
Gula tersembunyi dalam granola bar, yogurt, hingga saus salad bisa melampaui batas aman harian. Ahli diet dan nutrisi jelaskan cara mengurangi konsumsi gula secara bertahap.
Gula tersembunyi dalam granola bar, yogurt, hingga saus salad bisa melampaui batas aman harian. Ahli diet dan nutrisi jelaskan cara mengurangi konsumsi gula secara bertahap.

Enam Makanan Ini Diam-diam Picu Asupan Gula Berlebih, Begini Cara Kuranginya

XJABAR.COM – Konsumsi gula tambahan setiap hari bisa melampaui batas aman tanpa disadari, bahkan dari makanan yang selama ini dianggap sehat. Melansir GQ pada 25 April 2026, gula tersembunyi hadir di berbagai produk sehari-hari — dari minuman kemasan hingga camilan yang tampak bergizi.

Kondisi ini bukan sekadar soal berat badan. Asupan gula berlebih dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2, gangguan metabolisme, hingga penyakit kronis jangka panjang. Para ahli menyebut perubahan pola makan secara bertahap sebagai pendekatan paling efektif untuk menekan konsumsi tanpa menimbulkan stres berlebih.

Tubuh Tidak Butuh Gula Tambahan Sama Sekali

Ini fakta yang kerap mengejutkan. Ahli diet Fareeha Jay menegaskan bahwa kebutuhan gula tambahan harian tubuh manusia sebenarnya adalah nol.

Sumber energi yang dibutuhkan tubuh sudah tersedia dari gula alami dalam buah, sayuran, dan produk susu. Pedoman gizi yang berlaku menetapkan batas aman konsumsi gula tambahan tidak lebih dari 33 gram per hari bagi orang dewasa.

Angka itu terdengar longgar. Namun dalam praktiknya, satu porsi yogurt berperisa saja bisa menyumbang hingga 25 gram — hampir menyentuh batas harian.

Sas Parsad, ahli nutrisi dari The Gut Co, mengingatkan dampak lebih luas dari konsumsi gula berlebih terhadap sistem pencernaan. “Konsumsi gula berlebih tidak hanya memberi energi, tetapi juga dapat menyebabkan penumpukan lemak dan masalah metabolisme,” ujar Parsad.

Lebih dari itu, ia menambahkan bahwa asupan gula tinggi dapat memicu peradangan dan mengganggu keseimbangan bakteri usus.

Kurangi Bertahap, Bukan Langsung Berhenti

Menghentikan konsumsi gula secara mendadak hampir selalu gagal. Alasannya sederhana — tubuh bereaksi dengan memunculkan keinginan kuat terhadap makanan manis.

Parsad menyarankan pendekatan yang jauh lebih lunak: mulai dari kebiasaan kecil yang bisa diubah sehari-hari. Salah satu caranya adalah mengganti “hadiah” berupa makanan manis dengan aktivitas lain yang menyenangkan — berjalan singkat, menyeduh kopi tanpa gula, atau sekadar istirahat sejenak.

Langkah kecil ini memutus siklus ketergantungan tanpa tekanan berlebih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *