Teknologi

OBON Corp Bangkok Diduga Selundupkan Server Nvidia Rp43 Triliun ke China

30
×

OBON Corp Bangkok Diduga Selundupkan Server Nvidia Rp43 Triliun ke China

Sebarkan artikel ini
Perusahaan Bangkok OBON Corp diduga menyelundupkan server Nvidia senilai Rp43,45 triliun ke China. Alibaba disebut jadi penerima, namun membantah keterlibatan dalam dakwaan AS ini.
Perusahaan Bangkok OBON Corp diduga menyelundupkan server Nvidia senilai Rp43,45 triliun ke China. Alibaba disebut jadi penerima, namun membantah keterlibatan dalam dakwaan AS ini.

XJABAR.COM – Perusahaan teknologi berbasis di Bangkok, OBON Corp, diduga menjadi perantara skema penyelundupan server AI berisi chip Nvidia senilai US$2,5 miliar atau sekitar Rp43,45 triliun ke China. Alibaba Group Holding Ltd. disebut sejumlah sumber sebagai salah satu penerima server tersebut.

Dakwaan yang dirilis Jaksa Amerika Serikat pada Maret lalu mengungkap skema pengalihan semikonduktor AI melalui sebuah perusahaan Asia Tenggara yang hanya disebut sebagai “Company-1”. Sejumlah sumber yang mengetahui kasus tersebut mengidentifikasi Company-1 sebagai OBON Corp.

Kasus ini menjadi penindakan penyelundupan chip terbesar sejak Washington mulai membatasi ekspor chip AI Nvidia ke China pada 2022. Jaksa menambahkan bahwa dugaan operasi tersebut turut menyebabkan saham Super Micro anjlok tajam.

Alibaba membantah keras keterlibatannya. “Alibaba tidak memiliki hubungan bisnis dengan Super Micro, OBON, maupun broker pihak ketiga yang mungkin disebut dalam dakwaan tersebut,” kata juru bicara Alibaba.

Penolakan itu diperkuat dengan pernyataan lanjutan dari pihak yang sama. “Kami tidak terlibat dalam aktivitas penyelundupan yang dituduhkan. Kami saat ini tidak menggunakan, dan tidak pernah menggunakan, chip Nvidia yang dilarang di pusat data kami.”

Penting dicatat, baik nama OBON maupun Alibaba tidak tercantum secara resmi dalam dakwaan AS. Otoritas AS juga belum secara langsung menuduh kedua perusahaan melakukan pelanggaran.

OBON Corp dikenal luas sebagai perusahaan yang membantu pembentukan Siam AI, proyek cloud AI nasional Thailand. Dalam siaran pers Mei 2024, OBON menyatakan akan menggunakan server Nvidia untuk membangun Siam AI Cloud di Bangkok.

Siam AI bahkan sempat menjadi mitra cloud resmi Nvidia pertama di Thailand. CEO Nvidia Jensen Huang hadir langsung dalam acara besar bertema kedaulatan AI nasional yang digelar perusahaan itu.

“Bagian terpenting dari AI adalah data, dan data Thailand adalah milik rakyat Thailand,” kata Huang dalam acara Siam AI pada Desember 2024.

CEO Siam AI, Ratanaphon Wongnapachant — yang juga merupakan keponakan mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra — menegaskan perusahaannya bersih dari keterlibatan. “Saya hanya akan menjawab mengenai Siam AI, yaitu bahwa perusahaan ini tidak terlibat,” terang Wongnapachant.

Ia menambahkan bahwa Siam AI mengimpor GPU Nvidia semata untuk kebutuhan internal perusahaan. Sumber lain menyebut OBON merupakan salah satu pemasok server AI bagi Siam AI di Thailand.

Dugaan keterlibatan OBON berpotensi mengguncang ambisi AI Thailand sekaligus memicu tekanan baru di Washington untuk membatasi penjualan chip ke kawasan Asia Tenggara. AS sebelumnya sudah tiga kali mempertimbangkan kontrol ekspor semikonduktor ke Thailand, namun belum pernah menerapkannya.

Kasus ini juga memunculkan pertanyaan baru soal efektivitas pengawasan Nvidia terhadap penjualan perangkat keras AI dalam volume besar. Di luar Thailand, dua mitra resmi Nvidia di Singapura juga tengah diselidiki terkait dugaan pelanggaran serupa.

Nvidia angkat bicara soal kasus ini. “Mitra ekosistem kami harus berkomitmen pada kepatuhan ketat di setiap level,” kata juru bicara Nvidia.

“Upaya due diligence kami telah membantu penuntutan terhadap calon penyelundup dan kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk menegakkan aturan sambil membangun infrastruktur AI dunia.”

Chip Nvidia kini menjadi komponen paling diburu di era AI. Perusahaan seperti OpenAI menggunakan ribuan unit chip tersebut di pusat data besar untuk melatih dan menjalankan model seperti ChatGPT, sementara berbagai pemerintah menganggapnya vital bagi kedaulatan teknologi nasional.

Sejak 2022, Washington secara efektif memblokir pengiriman chip AI canggih Nvidia ke China karena khawatir teknologi ini dapat memberi keunggulan militer bagi Beijing. Aturan tersebut mewajibkan perusahaan mendapat izin pemerintah AS sebelum mengirimkan hampir semua chip AI Nvidia ke China.

Kondisi itu memaksa perusahaan-perusahaan China memilih antara dua jalur: menyewa chip yang beroperasi di luar negeri, atau mendapatkan chip yang diselundupkan ke wilayahnya. Celah inilah yang diduga dieksploitasi dalam skema yang melibatkan OBON.

Salah satu pendiri Super Micro, Yih-Shyan “Wally” Liaw, membantah dakwaan pengalihan chip tersebut, begitu pula kontraktor eksternal Ting-Wei “Willy” Sun. Terdakwa ketiga, Ruei-Tsang “Steven” Chang, hingga kini belum ditahan.

Super Micro telah meluncurkan investigasi internal dan menonaktifkan Liaw dari tugas administratif. CEO Charles Liang menyatakan dirinya “secara pribadi terkejut dan sedih” atas dugaan tindakan tersebut, dan menegaskan tidak ada pihak lain di perusahaan — selain yang disebut dalam dakwaan DOJ — yang terlibat.

Perusahaan juga mengklaim memiliki program kepatuhan yang kuat terhadap aturan ekspor AS. Super Micro menegaskan akan terus memastikan teknologinya ditangani dengan pengawasan etika dan hukum tingkat tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *