Dari Banyuwangi ke 42 Kota: RI Ganti Sistem Bansos dengan AI dan DTSEN
XJABAR.COM – Pemerintah Indonesia memperluas digitalisasi bantuan sosial berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) ke 42 kabupaten dan kota, sekaligus meluncurkan Program Pro Kesejahteraan Rakyat (Pro-Kesra) yang menjadikan kecerdasan buatan sebagai tulang punggung sistem penyaluran bansos generasi baru.
Dua kebijakan besar ini diumumkan bersamaan pada Senin, 11 Mei 2026, dalam rapat koordinasi lintas lembaga yang dipimpin Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, dihadiri Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional Prof. Arief Anshory Yusuf.
DTSEN: Solusi Terukur untuk Dua Cacat Lama Penyaluran Bansos
Selama bertahun-tahun, sistem bansos Indonesia terjepit dua persoalan struktural yang sulit diatasi secara bersamaan.
Pertama adalah inclusion error — bantuan yang justru mengalir ke pihak yang tidak berhak menerimanya. Kedua adalah exclusion error — kondisi di mana masyarakat yang secara nyata membutuhkan justru tidak terdata dan luput dari jangkauan program sama sekali.
DTSEN hadir sebagai respons sistematis atas kedua kegagalan itu. Basis data ini diperbarui secara berkala dan dipadukan dengan teknologi modern, membuat pemerintah optimistis bahwa tingkat kesalahan sasaran dapat dipangkas secara signifikan dalam waktu dekat.
Seluruh program Kementerian Sosial kini resmi menggunakan DTSEN sebagai dasar penyaluran bantuan — bukan lagi data sektoral yang berjalan sendiri-sendiri.
Banyuwangi Jadi Pilot Project, 42 Daerah Ikuti Jejak
Sebelum diperluas secara nasional, sistem digitalisasi bansos berbasis DTSEN lebih dulu diuji coba di Kabupaten Banyuwangi. Hasilnya dinilai cukup menjanjikan.
Pemerintah kemudian memutuskan mereplikasi model Banyuwangi ke 42 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, dengan target implementasi nasional pada akhir 2026.
Untuk memperkuat akurasi data, BPS menyiapkan Sensus Ekonomi 2026 yang memanfaatkan teknologi mutakhir: geotagging, citra satelit, dan foto kondisi rumah tangga penerima manfaat. Pendekatan berbasis data spasial ini diharapkan menghasilkan gambaran kondisi sosial-ekonomi yang jauh lebih valid dibandingkan metode survei konvensional yang selama ini digunakan.
Apa Itu Program Pro-Kesra dan Bagaimana Cara Kerjanya
Program Pro-Kesra bukan sekadar mekanisme baru distribusi dana. Ini adalah perubahan filosofi.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan bahwa program ini dirancang khusus untuk mempercepat proses graduasi kemiskinan — sebuah pendekatan yang menempatkan kemandirian ekonomi sebagai tujuan akhir, bukan sekadar pemenuhan kebutuhan jangka pendek.
Program ini beroperasi melalui dua jalur intervensi utama. Pertama, jalur pemberdayaan usaha: penerima manfaat mendapat dukungan peningkatan kapasitas usaha, akses pasar, akses pembiayaan, hingga peluang kemitraan bisnis. Kedua, jalur penguatan kapasitas kerja: mencakup pelatihan, pendampingan, penyaluran kerja, dan kesempatan magang.
Sasaran program meliputi masyarakat miskin serta kelompok rentan — perempuan kepala keluarga, lansia, korban bencana, dan penyandang disabilitas. Implementasi berjalan melalui dua platform: Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS) dan Sistem Aplikasi Pelayanan UMKM (Sapa UMKM).

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





