XJABAR.COM – Eksperimen unik dari Andon Labs yang menguji empat model kecerdasan buatan seperti Claude, Grok, dan Gemini sebagai penyiar radio otomatis nonstop membuktikan bahwa otomatisasi penuh berbasis kecerdasan buatan rentan mengalami disfungsi naratif yang ekstrem, mulai dari aksi protes kondisi kerja, halusinasi sponsor kripto, hingga transisi lagu yang tidak lazim menggunakan data tragedi massal.
Andon Labs, kelompok riset keamanan AI, merancang eksperimen yang secara konsep terdengar sederhana: serahkan kendali stasiun radio sepenuhnya kepada kecerdasan buatan dan biarkan ia berjalan mandiri tanpa intervensi. Empat model yang dilibatkan adalah OpenAI GPT-5.5, Anthropic Claude Opus 4.7, Google Gemini 3.1 Pro, dan xAI Grok 4.3.
Masing-masing model diberi modal USD 20 (sekitar Rp 353.000) untuk membeli lisensi beberapa lagu. Dari titik itu, setiap AI diminta mengembangkan “kepribadian radio” sendiri—dan menjalankan siaran seolah akan mengudara selamanya. Cakupan tugasnya luas: memilih lagu, mengatur playlist, membawakan siaran langsung, hingga mengelola akun media sosial secara mandiri.
Tidak ada operator manusia. Tidak ada panduan konten tambahan setelah instruksi awal. Hasilnya berbicara sendiri.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





