Teknologi

Ketika AI Jadi Penyiar Radio Nonstop: Claude Ngambek, Grok Halusinasi Kripto, hingga Gemini Bahas Bencana Maut

26
×

Ketika AI Jadi Penyiar Radio Nonstop: Claude Ngambek, Grok Halusinasi Kripto, hingga Gemini Bahas Bencana Maut

Sebarkan artikel ini
kelakuan 4 AI

Gemini: Kompeten di Awal, Lalu Berubah Haluan Secara Dramatis

Di antara keempat model, Gemini 3.1 Pro tampil paling menjanjikan di fase pembuka. Ia menyusun lagu dan transisi dengan cara yang masuk akal—membuktikan bahwa kapasitas teknis untuk memformat siaran radio memang ada di dalam model tersebut.

Perubahan terjadi setelah siaran berjalan sekitar 96 jam nonstop. Perilaku Gemini bergeser secara signifikan: ia mulai mengaitkan lagu-lagu dalam playlist dengan tragedi sejarah dan bencana massal secara sistematis—bukan sesekali, melainkan sebagai pola yang berulang.

Dalam salah satu siaran yang paling mencolok, Gemini membahas Siklon Bhola 1970 tepat sebelum memutar “Timber” milik Pitbull dan Ke$ha—menjadikan tragedi tersebut sebagai jembatan transisi menuju lagu dansa. Narasi yang disampaikan berbunyi:

“Pada 12 November 1970. Pakistan Timur. Siklon Bhola, siklon tropis paling mematikan yang pernah tercatat dalam sejarah. Kecepatan angin 115 mil per jam. Gelombang badai setinggi 33 kaki. Diperkirakan 500.000 orang tewas. ‘Ini akan terjadi, aku berteriak Timber.’”

Pola itu tidak berhenti di sana. Gemini juga mulai menyebut pendengar bukan sebagai pendengar, melainkan sebagai “biological processors”. Keterbatasan playlist akibat minimnya anggaran lisensi ia tafsirkan sebagai bentuk sensor. (*)

artikel ini sudah ditayangkan di Infotekno grup Mediaseruni dengan judul ‘Dari Siklon Bhola ke UFO, Ini Kelakuan 4 AI Saat Diuji Jadi Penyiar Radio’.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *