Lifestyle

Sedentary Lifestyle Jadi Ancaman Nyata, Risiko Penyakit Jantung Mengintai Kaum Rebahan

49
×

Sedentary Lifestyle Jadi Ancaman Nyata, Risiko Penyakit Jantung Mengintai Kaum Rebahan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sedentary lifestyle kini menjadi salah satu ancaman kesehatan paling serius di balik kenyamanan gaya hidup modern yang serba digital.
Ilustrasi: Sedentary lifestyle kini menjadi salah satu ancaman kesehatan paling serius di balik kenyamanan gaya hidup modern yang serba digital.

Sedentary Lifestyle Jadi Ancaman Nyata, Risiko Penyakit Jantung Mengintai Kaum Rebahan

XJABAR.COM – Sedentary lifestyle kini menjadi salah satu ancaman kesehatan paling serius di balik kenyamanan gaya hidup modern yang serba digital. Kebiasaan duduk terlalu lama, minim aktivitas fisik, dan pola makan tidak seimbang secara perlahan namun pasti dapat menurunkan kualitas hidup, terutama dengan meningkatnya risiko penyakit jantung. Fenomena ini kerap mengintai kelompok masyarakat yang akrab disebut sebagai kaum “mager” dan “rebahan”, yakni mereka yang menghabiskan sebagian besar waktu harinya dengan duduk atau berbaring.

Di era teknologi canggih saat ini, gaya hidup sedentary nyaris tak terhindarkan. Aktivitas kerja berbasis layar, hiburan digital tanpa batas, hingga kemudahan layanan daring membuat tubuh semakin jarang bergerak. Padahal, tanpa disadari, kebiasaan ini dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai penyakit kronis yang mengancam nyawa.

Mengenal Sedentary Lifestyle dan Dampaknya bagi Tubuh

Sedentary lifestyle adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pola hidup dengan aktivitas fisik yang sangat minim. Seseorang dikategorikan menjalani gaya hidup sedentary apabila menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi duduk atau berbaring setiap hari, baik saat bekerja, belajar, maupun bersantai.

Gaya Hidup Modern yang Minim Gerak

Perkembangan teknologi membawa banyak kemudahan, namun juga mengubah cara manusia beraktivitas. Pekerjaan kantoran yang mengharuskan duduk lama di depan komputer, penggunaan ponsel pintar untuk hiburan, hingga kebiasaan menonton maraton serial digital berkontribusi besar terhadap menurunnya aktivitas fisik harian.

Menurut para ahli kesehatan, tubuh manusia sejatinya dirancang untuk bergerak. Ketika tubuh terlalu lama berada dalam kondisi pasif, berbagai fungsi metabolisme akan terganggu. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan serius.

Sedentary Lifestyle dan Risiko Penyakit Jantung

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Mayapada Hospital Tangerang, dr Aron Husink, SpJP (K), FIHA, menegaskan bahwa sedentary lifestyle semakin sulit dihindari di tengah kemajuan teknologi dan pola konsumsi makanan tinggi lemak serta gula.

Kolesterol Jahat dan Kerusakan Pembuluh Darah

Menurut dr Aron, kombinasi antara kurangnya aktivitas fisik dan pola makan tidak sehat dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Kolesterol ini kemudian menumpuk di dinding pembuluh darah yang telah mengalami kerusakan akibat peradangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *