Lifestyle

Sedentary Lifestyle Jadi Ancaman Nyata, Risiko Penyakit Jantung Mengintai Kaum Rebahan

98
×

Sedentary Lifestyle Jadi Ancaman Nyata, Risiko Penyakit Jantung Mengintai Kaum Rebahan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sedentary lifestyle kini menjadi salah satu ancaman kesehatan paling serius di balik kenyamanan gaya hidup modern yang serba digital.
Ilustrasi: Sedentary lifestyle kini menjadi salah satu ancaman kesehatan paling serius di balik kenyamanan gaya hidup modern yang serba digital.

“Akumulasi kolesterol jahat tersebut akan membentuk plak atau aterosklerosis yang menyempitkan pembuluh darah. Kondisi inilah yang pada akhirnya menyebabkan Penyakit Jantung Koroner (PJK),” jelas dr Aron dalam rilis pers yang diterima media, Sabtu (31/1/2026).

PJK merupakan kondisi kronis yang terjadi akibat penyempitan pembuluh darah koroner, sehingga aliran darah ke otot jantung menjadi tidak optimal.

Bahaya Penyakit Jantung Koroner yang Kerap Diremehkan

Hal senada disampaikan oleh dr Vireza Pratama, SpJP, SubspIKKv(K), FIHA, FAsCC, FSCA dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan. Ia menjelaskan bahwa Penyakit Jantung Koroner tidak hanya berdampak pada penurunan kualitas hidup, tetapi juga dapat berujung pada kondisi yang lebih fatal.

Risiko Serangan Jantung Akut

“PJK dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung atau sindrom koroner akut. Apabila tidak dikontrol dengan baik, plak yang tidak stabil dapat pecah dan membentuk bekuan darah yang menutup pembuluh darah secara tiba-tiba,” ujar dr Vireza.

Ketika pembuluh darah koroner tersumbat total, aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otot jantung akan terhenti. Kondisi ini menyebabkan kerusakan otot jantung yang bersifat permanen apabila tidak segera ditangani.

Mengenali Gejala Serangan Jantung Sejak Dini

Serangan jantung kerap datang secara mendadak, namun sebenarnya memiliki tanda-tanda yang bisa dikenali sejak awal. Gejala yang paling umum adalah nyeri dada dengan sensasi seperti ditekan atau diremas.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Nyeri dada akibat serangan jantung dapat menjalar ke beberapa bagian tubuh, seperti:

  • Lengan kiri atau kanan
  • Bahu dan leher
  • Rahang
  • Punggung

Rasa nyeri ini biasanya berlangsung lebih dari 20 menit dan tidak mereda dengan istirahat. Selain itu, gejala lain yang sering menyertai antara lain sesak napas, keringat dingin, mual, muntah, hingga pusing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *