Pola Makan Anak Dibentuk Sejak Kehamilan, Bukan Sekadar Fase Sulit Makan
XJABAR.COM – Pola makan anak dibentuk sejak kehamilan dan tidak muncul secara tiba-tiba ketika anak mulai memilih makanan atau menolak menu tertentu. Anak yang dikenal sebagai picky eater kerap dianggap hanya sedang melewati fase wajar tumbuh kembang, padahal kebiasaan makan tersebut sering kali berakar dari pola asuh dan keputusan orangtua sejak masa kehamilan hingga awal pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).
Pandangan ini disampaikan oleh dokter spesialis anak dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH, dalam acara live podcast Expert Boost by Tentang Anak yang digelar di Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026). Menurut dr. Mesty, banyak orangtua yang baru menyadari adanya masalah pola makan ketika anak sudah berusia balita, padahal fondasinya telah dibangun jauh lebih awal.
Peran Pola Makan Ibu Saat Hamil terhadap Preferensi Rasa Anak
Anak Sudah Mengenal Rasa Sejak Dalam Kandungan
Dr. Mesty menjelaskan bahwa proses pengenalan rasa pada anak dimulai bahkan sebelum ia lahir. Janin dapat mengenali berbagai rasa melalui cairan ketuban yang dipengaruhi langsung oleh makanan yang dikonsumsi ibu selama kehamilan.
“Anak itu sebenarnya sudah mulai mengenal rasa sejak di dalam kandungan. Kalau selama kehamilan ibunya makan seadanya atau tidak teratur karena sibuk, itu bisa memengaruhi penerimaan rasa anak nantinya,” ujar dr. Mesty.
Penjelasan ini memperkuat berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa variasi rasa dalam makanan ibu hamil berkontribusi pada keterbukaan anak terhadap makanan saat MPASI dan masa kanak-kanak.
Pola Makan Ibu yang Beragam Membantu Anak Lebih Adaptif
Ibu hamil dengan pola makan seimbang dan beragam—mengandung sayur, buah, protein, dan sumber karbohidrat yang cukup—cenderung memiliki anak yang lebih mudah menerima berbagai jenis makanan.
“Biasanya kalau selama kehamilan makannya bagus, saat MPASI anak juga lebih mudah menerima makanan,” jelas dr. Mesty.






