Sebaliknya, pola makan ibu yang monoton, tidak teratur, atau terlalu sering mengonsumsi makanan instan berisiko membuat anak lebih sensitif terhadap rasa dan tekstur tertentu.
Kesalahan Umum Orangtua Saat Memulai MPASI
Terlalu Dini Mengenalkan Rasa Manis
Kesalahan berikutnya yang kerap terjadi adalah memperkenalkan rasa manis terlalu awal ketika anak mulai MPASI. Menurut dr. Mesty, rasa manis merupakan rasa paling mudah diterima oleh anak karena memberikan sensasi nyaman.
“Rasa manis itu sesuatu yang comfortable buat anak. Jadi kalau dari awal sudah dikenalkan manis, ketika dikasih makanan gurih seperti bubur ati ayam, anak cenderung menolak,” jelasnya.
Pengenalan rasa manis secara berlebihan sejak dini dapat membentuk preferensi rasa yang tidak seimbang dan menyulitkan orangtua saat ingin memperkenalkan makanan bergizi lain yang rasanya lebih kompleks.
Dampak Jangka Panjang Preferensi Rasa
Kebiasaan ini tidak hanya berdampak pada fase MPASI, tetapi juga berlanjut hingga anak tumbuh besar. Anak yang terbiasa dengan rasa manis cenderung:
- Menolak makanan gurih atau pahit
- Lebih menyukai camilan tinggi gula
- Berisiko mengalami masalah gizi di kemudian hari
Pemberian Camilan yang Mengganggu Penerimaan Tekstur
Biskuit dan Kerupuk Bukan Solusi
Selain rasa, tekstur makanan juga memainkan peran penting dalam perkembangan pola makan anak. Dr. Mesty menyoroti kebiasaan memberi makanan ringan seperti biskuit, keripik, atau kerupuk sebagai “penyelamat” ketika anak sulit makan.
Menurutnya, kebiasaan ini justru dapat menghambat kemampuan anak menerima tekstur makanan yang sesuai dengan tahap usianya.
Risiko Anak Menjadi Picky Eater
Anak yang terlalu sering diberi camilan renyah atau instan cenderung:
- Menolak makanan bertekstur lunak atau kasar
- Kesulitan beradaptasi dengan makanan keluarga
- Memiliki preferensi sempit terhadap jenis makanan tertentu
Hal ini membuat proses makan menjadi lebih menantang dan berpotensi menimbulkan konflik antara anak dan orangtua.
Prinsip “Yang Penting Masuk” Perlu Dikoreksi
Kuantitas Tidak Selalu Menjamin Kualitas
Dr. Mesty juga menyoroti pola pikir sebagian orangtua yang terlalu fokus pada jumlah makanan yang masuk, tanpa memperhatikan kualitas gizi.
“Banyak orangtua yang berpikir, enggak apa-apa makan apa saja, yang penting masuk dan berat badan naik,” ujarnya.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





