XJABAR.COM – Pramuda Angga Aditya mengakui bahwa fase paling menyiksa dari perjalanan dietnya bukan soal lapar—melainkan soal melepaskan kebiasaan lama yang sudah bertahun-tahun terasa nyaman. Dalam wawancara bersama Kompas.com pada Rabu, 15 April 2026, pria yang berhasil menurunkan berat badan hingga 53 kilogram ini menceritakan lika-liku proses transformasi tubuh yang tidak pernah berjalan lurus.
Kebiasaan Lama yang Harus Ditinggalkan
Sebelum memulai perubahan gaya hidup, keseharian Angga dipenuhi oleh rutinitas yang akrab bagi banyak orang Indonesia: es kopi susu setiap hari, makanan tinggi gula, dan kebiasaan menambah porsi nasi dalam sekali makan. Semua itu bukan sekadar pilihan konsumsi—melainkan ritual harian yang sudah mengakar.
Saat diet dimulai, semua itu harus berhenti sekaligus. Tidak bertahap, tidak perlahan—berubah.
“Tantangan terberat itu shifting lifestyle, semua kebiasaan lama harus diubah,” ujar Angga.
Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi mengandung beban yang berat. Mengubah pola makan bukan hanya soal mengganti menu—ia menyentuh ritme hidup, respons emosional terhadap makanan, dan identitas sehari-hari yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.
Rasa Tidak Nyaman yang Tidak Bisa Dihindari
Angga tidak mencoba menyangkal ketidaknyamanan yang ia rasakan di awal proses. Menahan diri dari makanan favorit, mengubah pola tidur, dan membangun rutinitas baru semuanya menciptakan gesekan yang nyata—baik secara fisik maupun mental.
Yang menarik adalah cara Angga memaknai rasa tidak nyaman itu. Bukan sebagai sinyal bahwa sesuatu salah, melainkan sebagai konfirmasi bahwa sesuatu sedang berubah.
“Ketidaknyamanan itu bukan hal yang harus dihindari, tapi bagian dari proses menuju kondisi yang lebih baik,” kata Angga.
Perspektif ini yang membantunya bertahan saat dorongan untuk kembali ke kebiasaan lama terasa paling kuat.
Ujian dari Lingkungan Kerja
Tantangan tidak hanya datang dari dalam diri. Angga menghadapi ujian nyata di lingkungan kerjanya—momen-momen seperti rekan yang berulang tahun, meja penuh donat, atau bungkusan martabak yang dibawa masuk ke kantor.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





