XJABAR.COM – Kecerdasan buatan (AI) sedang mengubah wajah dunia kerja secara mendasar, dan jutaan posisi pekerjaan diperkirakan tidak akan bertahan melewati 2030. Dua lembaga riset kelas dunia—World Economic Forum dan McKinsey Global Institute—telah merilis angka yang sulit diabaikan.
Angka yang Mengejutkan dari WEF dan McKinsey
Laporan Future of Jobs 2025 yang diterbitkan World Economic Forum memproyeksikan sekitar 92 juta pekerjaan—atau setara 8% dari total pekerjaan global—akan lenyap pada 2030. Angka ini bukan prediksi spekulatif. Ini adalah hasil analisis komprehensif terhadap tren otomatisasi, adopsi AI, dan pergeseran struktur industri di seluruh dunia.
McKinsey Global Institute mempertegas proyeksi tersebut dengan cakupan yang lebih spesifik. Riset mereka menyebut otomatisasi berpotensi menggeser hingga 12 juta pekerja di Amerika Serikat dan Eropa dalam rentang lima tahun ke depan. Dua kawasan dengan pasar tenaga kerja paling matang di dunia pun tidak kebal.
Pekerjaan Repetitif: Paling Rentan Digantikan Mesin
Ada pola yang konsisten dalam hampir semua studi tentang dampak AI terhadap pekerjaan: posisi yang bersifat repetitif, mudah diprediksi, dan berbasis pengolahan data adalah yang paling berisiko hilang lebih cepat.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





