Dalam hitung-hitungan sementara, kondisi ini bukan sekadar warning, tapi sudah masuk fase krusial. Jika ritase (frekuensi angkut) tidak dikurangi dan harga BBM tetap tinggi, anggaran pengangkutan sampah diprediksi hanya cukup sampai akhir Oktober atau awal November 2026.
Dengan kata lain, tanpa intervensi kebijakan, potensi “krisis angkut sampah” bisa terjadi sebelum tahun anggaran berakhir.
Farhan menyebut, saat ini Pemkot tengah menggodok beberapa skenario. Mulai dari efisiensi operasional, penyesuaian anggaran, hingga merancang strategi baru agar sistem pengelolaan sampah tetap sustain di tengah tekanan biaya.





