David mengaku keterlibatannya bermula dari informasi bencana yang ia terima saat bergabung dengan ICA usai acara Chef Day. Tanpa ragu, ia langsung bergabung ke dapur darurat untuk membantu para penyintas longsor.
Meski berasal dari luar negeri, David memilih menyesuaikan menu dengan selera lokal. Ia memasak hidangan khas rumahan Sunda agar mudah diterima oleh warga terdampak. Bagi David, dapur bencana bukan ajang unjuk kemampuan, melainkan tempat belajar dan berbagi.





