Meski sempat mengalami gangguan, Disdik Jabar memastikan seluruh data calon murid tetap aman dan tidak ada hak peserta yang dirugikan secara administratif. “Tim teknis terus bekerja menyempurnakan sistem agar layanan dapat kembali diakses secara optimal,” ucapnya.
Purwanto menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan seluruh anak di Jawa Barat tetap memperoleh akses pendidikan. Saat ini masih terdapat sekitar 77 ribu calon murid yang belum tertampung di SMA dan SMK negeri karena keterbatasan daya tampung.
Sebagai solusi, Pemprov Jabar memperluas kerja sama dengan sekolah swasta di berbagai daerah. Melalui skema tersebut, biaya pendidikan seperti DSP dan SPP dapat memperoleh dukungan pembiayaan dari pemerintah sesuai prioritas dan kemampuan anggaran daerah.






