Ia mengatakan, selain melayani penerbangan haji, pemerintah juga terus mengembangkan potensi BIJB melalui peningkatan penerbangan umrah, pengembangan fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO), serta peluang kerja sama dengan sektor pertahanan.
“Pengembangan penerbangan umrah masih menghadapi tantangan, terutama tingginya biaya transportasi menuju Kertajati. Di sisi lain, pemerintah memiliki keterbatasan dalam memberikan subsidi kepada perusahaan swasta,” terang Iswara.






