Lifestyle

Rahasia Fashion Lifestyle Gen Z yang Anti-Mainstream dan Penuh Karakter

79
×

Rahasia Fashion Lifestyle Gen Z yang Anti-Mainstream dan Penuh Karakter

Sebarkan artikel ini
Generasi Z punya hubungan yang berbeda dengan fashion.
Generasi Z punya hubungan yang berbeda dengan fashion.

Seorang fashion content creator asal Bandung, Raka, mengungkapkan pandangannya secara lugas soal fenomena ini.

“Fashion bukan soal ukuran, tapi soal karakter,” ujar Raka.

Pernyataan itu bukan sekadar opini personal. Desainer kelas dunia seperti Balenciaga hingga brand fashion lokal tanah air sudah lama merespons tren ini dengan rutin merilis koleksi siluet besar ke pasaran — bukti bahwa permintaan pasar terhadap gaya ini bukan sekadar tren musiman.

Thrifting dan Vintage: Berburu Harta Karun yang Tak Pasaran

Belanja barang bekas bukan lagi aktivitas yang dianggap sebelah mata. Laporan Pinterest 2025 Fall Trends yang diulas media Fashionista mencatat lonjakan drastis pada pencarian busana vintage dan thrift di kalangan Gen Z.

Kata kunci seperti “dream thrift finds”, “vintage fall aesthetic”, hingga “men thrift outfits” melesat naik hingga ratusan bahkan ribuan persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Tingginya minat ini mencerminkan keinginan anak muda untuk menemukan pakaian yang unik, tidak pasaran, sekaligus tampil lebih sadar lingkungan, menurut Fashionista. Gaya klasik preppy, dandanan grunge ala 1990-an, detail patchwork, jam tangan klasik, hingga estetika babydoll era 1960-an terus menjadi incaran.

Barang-barang lama itu menawarkan cerita dan karakter langka yang mustahil ditemukan pada pakaian produksi massal.

Genderless Fashion: Menabrak Norma, Merayakan Inklusivitas

Gen Z juga tak ragu menabrak batas gender tradisional dalam berpakaian. Gaya androgini atau genderless kini semakin lumrah — laki-laki maupun perempuan merasa sama nyamannya memakai rok, blazer oversized, bahkan memoles riasan di wajah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *