“Liburan beneran terbukti menurunkan stres, mengurangi risiko burnout, meningkatkan kualitas hidup, dan bikin well-being secara keseluruhan lebih baik,” jelasnya.
Temuan ini menegaskan bahwa mengambil jeda dari rutinitas bukan sekadar kebutuhan emosional semata. Liburan yang terencana merupakan bagian penting dari strategi menjaga kesehatan secara menyeluruh — setara dengan tidur cukup dan pola makan yang baik.
Durasi 1–2 Minggu, Frekuensi 3–4 Kali Setahun
Salah satu bagian paling menarik dari unggahan Adam adalah soal pola liburan yang paling efektif berdasarkan penelitian tersebut.
“Durasi liburan yang paling optimal adalah 1–2 minggu, dan frekuensi terbaik adalah 3–4 kali per tahun,” ungkapnya.
Pola ini berbeda jauh dari kebiasaan banyak orang yang hanya menyisihkan satu kali liburan panjang dalam setahun. Menurut data yang ia bagikan, liburan dengan durasi sedang namun dilakukan lebih sering justru memberi manfaat mental yang lebih besar dan lebih berkelanjutan.
Jangan Tunggu Burnout Dulu untuk Beristirahat
Pesan penting lain yang ditekankan Adam adalah soal timing. Banyak orang baru merencanakan liburan setelah merasa kelelahan parah atau sudah terlanjur mengalami burnout.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





