“Anak saya malam itu dijemput dari rumah pada Senin 16 Februari 2026 oleh dua motor bersama temannya dari Ciracap, katanya mau nonton musik reggae ,” ungkap Mail, di rumahnya, Selasa 17 Februari 2026.
Informasi yang dihimpun, insiden berawal saat korban dibonceng temannya, yang akan pulang menuju ke Kampung Selagombong, Desa Ciracap, usai nonton pertunjukan musik Raggae di Ujunggenteng, mereka memakai dua motor berboncengan.
Saat melintas di lokasi kejadian korban dan temannya melihat ada sekitar 15 sepeda motor yang sedang berkumpul dipinggir jalan. Semua pengendara tersebut menggunakan helm dan diduga sudah menunggu di lokasi.
“Mereka memberhentikan kami dan berteriak kasar. Ada sekitar empat orang langsung menendang motor saya hingga saya terjatuh dan menyabetkan senjata tajam jenis celurit dan corbek,” kata AA kepada awak media.





