Ia bahkan menyampaikan secara terbuka bahwa bagi pihak yang merasa tidak sanggup menjalankan tanggung jawab tersebut, dipersilakan untuk mengundurkan diri sejak dini. Langkah ini dinilai lebih baik daripada menjalankan tugas tanpa komitmen penuh terhadap misi sosial Sekolah Rakyat.
Menjaga Harapan sebagai Harta Terakhir Keluarga Miskin
Gus Ipul menutup pernyataannya dengan refleksi mengenai makna Sekolah Rakyat bagi keluarga kurang mampu. Menurutnya, harapan adalah harta terakhir yang dimiliki keluarga miskin, dan negara memiliki kewajiban untuk menjaga serta melindungi harapan tersebut.
“Selama enam bulan ini kita sudah membuktikan bahwa ketika harapan dijaga dan dikawal, anak-anak bisa menghadirkan prestasi. Saya bangga melihat siswa Sekolah Rakyat. Semoga mereka terus berprestasi,” ujarnya.
Dengan larangan tegas terhadap praktik siswa titipan, Kemensos berharap Sekolah Rakyat dapat terus menjadi instrumen keadilan sosial di bidang pendidikan, sekaligus wujud nyata kehadiran negara bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





