Berita

Kisah Pilu Ibu di Sukabumi Mengiringi Pemakaman Putranya yang Meninggal Akibat KDRT

142
×

Kisah Pilu Ibu di Sukabumi Mengiringi Pemakaman Putranya yang Meninggal Akibat KDRT

Sebarkan artikel ini
IMG 20260222 WA0049

“Kami sangat berharap kasus ini bisa dibuka secara terang-benderang, sebab masih banyak sekali kejanggalan dari setiap pernyataan, baik dari ayah kandung maupun ibu tiri,” ucap Rizki, perwakilan keluarga kepada awak media Minggu, 22 Februari 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Lisnawati menikah dengan ayah NS sekitar tahun 2011–2012, dan berpisah saat NS masih berusia sekitar dua tahun. Setelah perceraian tersebut NS sempat diasuh ibu kandungnya hingga berusia tujuh tahun.

Selanjutnya, NS dibawa ayahnya ke wilayah Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, dengan janji akan membiayai pendidikan dan kebutuhan pesantrennya.

Diketahui, NS merupakan anak kedua dari Lisnawati, pernikahan kedua dengan Anwar Satibi. Dari pernikahan pertamanya, Lisnawati memiliki seorang anak perempuan. Sementara dari pernikahan saat ini, Lisna memiliki tiga anak, terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

erwan setiawan wagub jabar
Berita

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan bahwa pesatnya arus perkembangan teknologi tidak boleh membuat generasi muda kehilangan akar budaya daerah. Ia mendorong agar bahasa, kesenian, dan adat istiadat Sunda terus dirawat serta menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari anak muda Jabar.

ekspor jabar
Berita

Kinerja perdagangan luar negeri Jawa Barat menunjukkan tren positif yang signifikan. Sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, nilai ekspor Jawa Barat ke Pakistan sukses menembus angka USD 242,18 juta, mencatatkan pertumbuhan sebesar 22,81 persen dibanding tahun sebelumnya.

herman suryatman bersama pemuda sunda
Berita

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, menekankan pentingnya peran strategis pemuda Sunda dalam menghadapi tantangan masa depan, khususnya pada sektor pendidikan dan ekonomi. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara kunci dalam Simposium Pamuda Sunda Tahun 2026 di Auditorium Bale Rumawat, Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung.