Sejumlah isu yang menjadi sorotan di antaranya nasib nelayan Benih Bening Lobster (BBL), kelangkaan solar bersubsidi bagi nelayan, hingga belum optimalnya dukungan anggaran untuk sektor perikanan.
MIO Sukabumi menilai program transisi nelayan dari penangkap benih menjadi pembudidaya perlu dibarengi dengan skema bantuan ekonomi selama masa budidaya agar tidak membebani masyarakat pesisir.
Selain itu, keluhan nelayan terkait sulitnya memperoleh BBM bersubsidi juga menjadi perhatian.
Kondisi tersebut dinilai meningkatkan biaya operasional melaut dan berdampak pada menurunnya kesejahteraan nelayan. MIO juga meminta adanya sinkronisasi kebijakan antara Dinas Perikanan dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) agar program yang telah direncanakan dapat direalisasikan.







