Fenomena ini tidak hanya terjadi di negara maju, tetapi juga meluas ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Pergeseran ini berdampak pada struktur demografi, pertumbuhan ekonomi, hingga kebijakan publik di berbagai negara.
Menurut Hassan Mohtashami, perubahan ini erat kaitannya dengan transformasi sosial dan ekonomi yang memberi perempuan ruang lebih besar dalam menentukan pilihan hidup.
Siapa yang Terdampak?
Perempuan Usia Produktif
Kelompok yang paling terdampak adalah perempuan usia remaja hingga 30-an tahun, yang kini memiliki akses lebih luas terhadap:
- Pendidikan tinggi
- Peluang karier profesional
- Informasi kesehatan reproduksi
- Kebebasan menentukan pilihan hidup
Generasi ini tumbuh dalam lingkungan yang berbeda dibanding generasi nenek atau ibu mereka.
Masyarakat dan Negara
Penurunan angka fertilitas juga berdampak pada:
- Struktur penduduk yang menua
- Penurunan tenaga kerja jangka panjang
- Tantangan sistem jaminan sosial
Kapan Perubahan Ini Terjadi?
Tren ini mulai terlihat signifikan dalam dua hingga tiga dekade terakhir, seiring dengan:
- Peningkatan partisipasi perempuan dalam pendidikan tinggi
- Pertumbuhan urbanisasi
- Perubahan pola kerja global
- Akses lebih luas terhadap kontrasepsi
Dalam konteks Indonesia, transformasi sosial semakin terasa di wilayah perkotaan.
Di Mana Fenomena Ini Paling Terlihat?
Fenomena penurunan angka fertilitas paling terlihat di:
- Kota-kota besar
- Wilayah urban dengan tingkat pendidikan tinggi
- Negara dengan pertumbuhan ekonomi pesat
Lingkungan perkotaan membawa tantangan tersendiri yang memengaruhi keputusan memiliki anak.
Mengapa Perempuan Masa Kini Memilih Memiliki Sedikit Anak?
1. Akses Pendidikan Lebih Tinggi
Salah satu faktor utama adalah meningkatnya akses perempuan terhadap pendidikan tinggi. Remaja perempuan kini menghabiskan lebih banyak waktu di bangku sekolah dan universitas.
Hassan Mohtashami menyebut bahwa dunia saat ini menawarkan panggung berbeda bagi perempuan.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





