Kecelakaan bermula saat sebuah taksi diduga menerobos perlintasan sebidang di Jalan Ampera dan tertemper kereta. Insiden itu membuat KRL berhenti darurat di jalur rel.
Dalam waktu singkat, KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi yang melaju di jalur sama menabrak bagian belakang KRL yang sedang berhenti.
Benturan keras menyebabkan kerusakan parah, terutama pada gerbong paling belakang, termasuk gerbong khusus wanita yang mengalami kerusakan fatal. Polisi menyebut sopir taksi selamat dari insiden tersebut dan saat ini telah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Melansir Suarajabar, data sementara mencatat total korban mencapai 106 orang. Sebanyak 90 orang mengalami luka-luka, dengan 46 korban masih dirawat dan 44 lainnya telah diperbolehkan pulang.





