Pria juga memproduksi oksitosin saat stres, tetapi dalam jumlah yang lebih kecil. Akibatnya, wanita memiliki mekanisme biologis tambahan untuk meredam stres, sementara pria lebih mengandalkan respons dasar tubuh terhadap ancaman.
Fight or Flight vs Tend and Befriend
Teori Klasik Fight or Flight
Selama beberapa dekade, teori respons stres yang paling dikenal adalah “fight or flight”, yakni respons untuk melawan atau menghindari ancaman. Teori ini menjelaskan bagaimana tubuh bersiap menghadapi bahaya melalui peningkatan energi dan kewaspadaan.
Respons ini sering dikaitkan dengan perilaku pria yang cenderung menghadapi tekanan dengan cara bertahan, bersikap tertutup, atau mencari distraksi.
Teori Tend and Befriend pada Wanita
Namun, sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Psychological Review edisi Juli 2000 memperkenalkan teori alternatif yang lebih sering ditemukan pada wanita, yakni “tend and befriend”.
Penelitian yang dipimpin oleh profesor psikologi dari University of California Los Angeles, Shelly E. Taylor, menyebut bahwa wanita cenderung menghadapi stres dengan cara mengasuh (tend) dan membangun hubungan sosial (befriend).
Pola ini mencakup merawat orang-orang di sekitar, mencari dukungan emosional, serta memperkuat jaringan sosial sebagai mekanisme perlindungan diri.
“Mengasuh mencakup aktivitas pengasuhan yang dirancang untuk melindungi diri dan keturunan, menciptakan rasa aman, dan mengurangi tekanan,” tulis para peneliti dalam studi tersebut.
Oksitosin yang bekerja bersama hormon reproduksi wanita diyakini memperkuat kecenderungan ini.
Bagaimana Pria dan Wanita Mengelola Stres?
Wanita Cenderung Mencari Dukungan Emosional
Dalam praktik sehari-hari, perbedaan biologis tersebut tercermin dalam cara mengelola stres. Wanita cenderung mengekspresikan emosi melalui percakapan, berbagi cerita, atau mencari dukungan dari orang terpercaya.
Berbicara tentang perasaan dianggap sebagai cara efektif untuk meredakan tekanan dan memperoleh perspektif baru. Aktivitas seperti menangis atau curhat bukan sekadar pelampiasan emosi, tetapi juga bagian dari mekanisme biologis untuk menurunkan tingkat stres.
Pria Lebih Sering Mengalihkan Perhatian
Sebaliknya, pria lebih sering mencari aktivitas pelarian untuk meredakan stres, seperti olahraga, hobi, atau pekerjaan fisik. Aktivitas ini berfungsi sebagai distraksi yang membantu menjauhkan pikiran dari sumber tekanan.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





