“MIO Jabar ini isinya para pemilik media online yang memiliki wartawan-wartawan. Jadi berbeda dengan organisasi Wartawan yang anggotanya wartawan. Kalau 10 media saja bergabung, wartawannya sudah berapa,” ucap Asep Ruslan.
Karenanya, dia mengingatkan kembali kepada ADART MIO Indonesia terkait iuran anggota. “Iuran anggota inilah bentuk soliditas dan rasa memiliki organisasi yang harus dipupuk,” ucap Asep Ruslan, optimis iuran anggota ini ruh nya MIO Jabar untuk menjadi organisasi media yang diperhitungkan.
Sementara, perwakilan MIO Pusat Murfito Adi, mengapresiasi MIO Jabar terkait rencana pengadaan kantor Sekretariat di Kota Bandung. Sebelumnya MIO Jabar berkantor di Bandung Barat sebelum dipindah ke Karawang.
“Kantor Sekretariat tidak cuma untuk berkumpul dan berdiskusi, tetapi yang terpenting menjadi basis perjuangan untuk memulai langkah-langkah dan program,” kata Murfito.
Halal Bihalal Pengurus PW MIO Jabar ditutup dengan doa bersama oleh ustaz Muhamad Zaki Mubarrok yang juga Kadep Emonomi Kreatif MIO Jabar, mendoakan Pembina Ai Mulyani yang sedang sakit dan Kadep Abdul Jabar yang terkena musibah longsor di Bandung Barat.






